Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

(Beritagar.id) 57 ribu PNS 'misterius' sedot gaji Rp1,37 triliun

12/12/2018



Temuan mencengangkan dibeber oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyebut, institusinya menemukan 57 ribu pegawai negeri sipil (PNS) statusnya tak jelas. Keberadaan mereka ini masih misterius, belum diketahui apakah orangnya ada atau tidak.

BKN menemukan ini lewat Pendataan Ulang PNS (PUPNS) yang berlangsung sejak setahun terakhir. Awalnya PNS se Indonesia Raya wajib mendaftar secara individu lewat aplikasi e-PUPNS. Hasilnya, terdeteksi 93 ribu PNS yang tak aktif. Setelah disisir lagi. Ternyata sebagian sudah pensiun, tapi datanya masih ada. Sebabnya, mereka pensiun atas permintaan sendiri, tidak tercatat di BKN. "Data itu kami bersihkan," tutur Bima seperti dikutip dari Detik.com. Jika pensiun secara normal, pensiunnya terdaftar di BKN.

Keberadaan PNS 'misterius' itu ada di daerah dan kementerian. Jumlah PNS seluruh Indonesia hingga hari ini mencapai 4,5 juta orang. Di perguruan tinggi negeri, dari total 120 ribu PNS, ada lima ribu PNS tak jelas. BKN masih mencoba mencari tahu keberadaan 57 ribu PNS berstatus tak jelas. Apakah pensiun dini, sakit, atau ke mana. "Sekarang kami masih investigasi," ujar Bima. Investigasi guna memastikan keberadaan 57 ribu PNS "Kalau orangnya enggak ada, kami akan hilangkan dari database," ucap Bima.

Menurut Bima, kini BKN sudah memblokir data 57 ribu PNS 'misterius' ini, tapi tak dihapus. "Kami perlu hati-hati. Takutnya orangnya ada, terus kita pensiunkan, kan kasihan," ucapnya. Gaji para PNS 'misterius' telah disetop. Hingga saat ini belum diketahui bagaimana imbasnya.

Menurut Bima, jika PNS itu protes, berarti orangnya ada. Tapi kalau tak protes, BKN ragu-ragu, orangnya ada atau tidak. "Kami kan maunya enggak ada uang yang hilang," kata Bima.

Selama ini, PNS 'misterius' ini tetap menyedot duit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk gaji. Bima mencontohkan, rata-rata gaji PNS berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta. Misal ada 57 ribu PNS dengan gaji Rp2 juta, dalam satu bulan mereka menyedot Rp114 miliar. Dalam setahun Rp1,37 triliun. Jika gaji mereka Rp5 juta, duit yang disedot dua kali lipat lebih jumlahnya.

Tahun ini, Kementerian Keuangan mengalokasikan pagu anggaran belanja pegawai sebesar Rp347,5 triliun dalam APBN 2016. Anggaran tersebut naik dari belanja pegawai di APBN-P 2015 yang dipatok Rp299,3 triliun.

Data APBN 2016 Kementerian Keuangan, yang dikutip Liputan6.com Januari lalu menyebut, gaji pegawai menyedot 26 persen porsi belanja pemerintah pusat yang dipatok Rp 1.325,6 triliun. Duit Rp 347,5 triliun itu termasuk buat membayar pensiunan PNS, jaminan kesehatan PNS, dan THR (Tunjangan Hari Raya).

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi, Yuddy Crisnandi menyebut beban anggaran PNS makin membebani anggatan. Januari lalu dia mewacanakan untuk memangkas jumlah PNS. Menurutnya, 4,5 juta PNS terlalu berlebih jumlah dan rasionya. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta, rasio jumlah PNS itu menunjukkan angka 1,77 persen.

Angka ini dinilainya tak efisien. Idealnya, kata dia, rasio 1,5 persen. Jika memakai rasio ideal, maka jumlah PNS sekitar 3,75 juta orang. Hasilnya, perlu ada pemangkasan sekitar 750 ribu hingga sejuta PNS. "Kira-kira sejuta orang," katanya seperti dikutip dari CNN Indonesia.