Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

(DetikNews) Kapal 'Genset Raksasa' 120 MW Tiba di Amurang

12/12/2018



Minahasa Selatan -Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 120 Mega Watt (MW), pada pukul 17.20 WITA, Rabu (23/12) sore kemarin, telah berada di dekat lokasi PLTU Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Awalnya, kapal 'pembangkit raksasa' yang datang dari Turki dan berbendera Liberia ini, diperkirakan baru tiba sekitar pukul 09.00 WITA. Dikarenakan kendala cuaca dan tingginya gelombang di perairan utara Sulawesi, perjalanan kapal pembangkit ini menjadi terhambat.

General Manager PT PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, dengan didampingi Idaman Lingga, Manajer PLN Sektor Minahasa dan Manajer AP2B Sistem Minahasa, Frans Lisi dan wakil dari Karpower selaku perusahaan pemilik kapal yang telah menunggu kedatangan kapal pembangkit sejak Rabu (23/12) pagi, yang rencananya digunakan untuk mengaliri listrik ke sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo selama kurun 5 tahun ke depan.

Kapal yang dilepas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanggal 8 Desember 2015 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ini diharapkan mampu mengatasi defisit pasokan listrik di area Sulawesi Utara dan Gorontalo, sambil menunggu beroperasinya pembangkit-pembangkit baru.

"Kondisi cuaca dan gelombang sore ini yang kurang memungkinkan, menyebabkan kapal Zeynep Sultan belum dapat merapat dan mendekati lokasi didepan PLTU Amurang. Kami perkirakan, kapal ini pada Kamis (24/12) pagi atau siang, setelah kondisi lebih baik, akan merapat ke arah PLTU Amurang" ujar GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan dalam siaran pers seperti dikutip Jumat (25/12/2015).

Untuk mengoperasikan kapal pembangkit "Zeynep Sultan" 120 MW ini, PLN masih membutuhkan waktu guna penyesuaian, baik dari sisi Karpower maupun di sisi transmisi. Butuh waktu antara 1 atau 2 minggu, sebelum pembangkit ini benar-benar beroperasi sepenuhnya.

Sementara itu, pada saat yang sama, PLN juga tengah melakukan sejumlah pengetesan (uji coba) di PLTG Gorontalo 100 MW yang berlokasi di Pohuwato, Gorontalo. PLTG ini diharapkan bisa segera energized tahap 1 sebesar 50 MW dan selanjutnya dapat mensuplai listrik ke sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo yang sejak beberapa waktu terakhir mengalami kekurangan pasokan daya pembangkit.

Beban puncak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini adalah 325 MW dengan kemampuan suplai dari pembangkit yang ada 273 MW, atau ada kekurangan pasokan sebesar 53 MW. Dengan akan beroperasinya tahap 1 dari PLTG Gorontalo sebesar 50 MW diharapkan akan menutupi kekurangan pasokan listrik yang ada.