Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

Rute Baru, Pembelian Pesawat, dan Kinerja Garuda Indonesia – RDP Komisi 6 dengan Dirut Garuda Indonesia dan Deputi Kementerian BUMN

12/12/2018



Pada 29 September 2015, Komisi 6 DPR-RI melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Muhammad Arif Wibowo. Rapat dihadiri oleh 9 fraksi dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Rapat diagendakan untuk membahas penandatanganan yang dilakukan Garuda Indonesia untuk pembelian Airbus A350 XWB saat Paris Air Show 2015. Dari penandatangan tersebut, komisi 6 DPR-RI ingin mengetahui apakah pembelian A350 XWB telah melalui analisis matang dan sudah sesuai.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan Dirut Garuda Indonesia, Muhammad Arif Wibowo:

Hingga saat ini Garuda Indonesia telah memiliki 180 fleet (armada). Garuda Indonesia terus berupaya agar usia rata-rata pesawat menjadi 5 tahun dan akan terus mengkaji berbagai penambahan fleet di masa depan.

Garuda Indonesia telah menyiapkan kalkulasi fleet plan (rencana armada pesawat) untuk 10 tahun ke depan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian. Garuda Indonesia mendapat penawaran dari Airbus dan Boeing untuk kemudian dipertimbangkan detil spesifikasi operasional dan detil keunggulan dari masing-masing produsen pesawat terbang tersebut.

Dari hasil pertimbangan, dua jenis pesawat Airbus A350 XWB dan Boeing B787 Dreamliner memerlukan persetujuan dari komisaris dan berdasarkan Undang-undang (UU) yang berlaku untuk Garuda miliki. Saat ini, belum diputuskan dari kedua jenis tersebut yang akan digunakan karena masih mempertimbangkan jumlah kebutuhan untuk mengantisipasi pasar penerbangan, kebutuhan komersial dan operasional, serta pemilihan pesawat yang hemat bahan bakar dan berteknologi tinggi. Selain itu, Garuda juga sudah mengkalkulasi pesawat narrow-body (B737, A320, A350) dan wide-body (A380, A350, B777) yang perlu diganti.

Garuda Indonesia juga mempersiapkan fleet strategy dalam 10 tahun ke depan untuk fit to market, fleksibilitas, simplifikasi, efisien dan keuangan. Fleet strategy ini ditujukan untuk flight aircraft, rute yang tepat, meminimalisasi jenis pesawat, dan untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Proses pengadaan pesawat pada Garuda Indonesia merupakan suatu langkah panjang. Garuda Indonesia menganalisis kabin pesawat yang bisa dipilih dan didesain untuk bersaing dengan kompetitor. Saat bidding dan evaluasi, pesawat yang dipilih pun tentu harus dapat memberikan keuntungan. Proses pengadaan tersebut dilakukan dengan dua skema pendanaan, yakni melalui financial lease dan operating lease.

Pada akhir tahun 2014, Garuda Indonesia mengalami tingkat isian yang naik 74.9%, frekuensi terbang naik 10.4%, dan persaingan harga menurun 12.1%. Sedangkan Citilink sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia, mengalami pertumbuhan penumpang sebesar 32.4% dan produksinya naik menjadi 29.5%. Garuda Indonesia dan Citilink terus tumbuh di atas produksi keduanya. Citilink pun terus digenjot untuk tumbuh karena telah 30% pertumbuhan saat ini.

Pada 2015, Garuda Indonesia mengalami pertumbuhan penumpang minus (-) 6% di semester satu ini bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pendapatan bersih Garuda Indonesia mencapai 69.3 juta USD. Garuda Indonesia dalam melakukan upaya pendapatan di kuartal satu 2015 dengan melakukan pengembangan di pasar China yang saat ini telah dikembangkan ke Beijing, Canton/Guangzhou, dan Shanghai sebagai destinasi reguler.

Pada 2012-2014, Garuda Indonesia mengalami penurunan laba. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, yakni USD (dollar Amerika) dan harga avtur. Selain itu, adanya makro ekonomi yang mengalami penurunan, ekspansi rute, dan adanya penetapan harga batas atas di 2014. Namun, jika dibandingkan antara 2014 dan 2013, terdapat pertumbuhan perolehan penumpang sebesar 16.7%.

Pemantauan Rapat

Berikut respon dan masukan Anggota Komisi 6 terhadap pemaparan Mitra:

Fraksi PDIP. Oleh Nyoman Dhamantra dari Bali. Nyoman meminta Garuda Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya dan memperhatikan harga saham karena sifat perusahaan yang terbuka. Nyoman juga meminta agar Garuda memiliki proyeksi yang lebih menjanjikan sehingga dapat meyakinkan publik bahwa kondisi Garuda bisa lebih baik. Selain itu, Nyoman mempertanyakan dari kedua jenis leasing yang ada, menurut Garuda Indonesia mana yang terbaik mengingat kondisi perekonomian dan berbagai faktor lainnya.

Fraksi Golkar. Oleh Endang Srikarti dari Jawa Tengah 5. Endang meminta kepada Garuda Indonesia untuk menyediakan rute Solo-Jeddah karena rute tersebut sangat strategis dari Jawa tengah untuk ibadah haji. Endang mengapresiasi Citilink karena rute Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP) ke Adi Soemarmo, Solo (SOC) selalu penuh. Selanjutnya, Endang ingin mengetahui bentuk jaminan yang ditawarkan China kepada Garuda Indonesia atas pinjaman sebesar 4.45 miliar USD dalam proses pembelian pesawat.

Dwie Aroem Hadiatie dari Lampung 1. Dwie Aroem ingin mengetahui analisis keuntungan dan perhitungan dari rute yang ditawarkan pesawat baru nantinya. Aroem ingin memastikan keterlibatan China Aviation atas pesawat yang dibeli Garuda dengan adanya komponen pesawat dari China. Dalam proses leasing A350 dan B787 yang menjadi incaran Garuda Indonesia, Dwie Aroem mempertanyakan niat dari kegiatan pembelian pesawat itu sebagai proses sewa semata ataukah ditujukan sebagai bentuk aset Garuda dengan membelinya, karena menurutnya lebih baik apabila dilakukan opsi untuk membeli tanpa melakukan proses sewa pesawat. Selain itu, Dwie Aroem juga ingin mengetahui nasib 22 pesawat wide-body yang akan habis masa leasing-nya dalam 5-10 tahun mendatang dan nasib pesawat yang lebih dari 12 tahun.

Dodi Reza Alex Noerdin dari Sumatera Selatan 1. Menurut Dodi, saat ini tidak ada keselarasan antara runway dan kapasitas pesawat. Runway tidak sanggup untuk menampung pesawat baru untuk rute jarak jauh karena bobotnya yang berat. Dengan kondisi runway seperti itu, Dodi menanyakan apakah ada pengurangan load factor saat terbang atau melakukan sesuatu dengan kondisi runway yang ada, yang akan berdampak pada profitabilitas Garuda Indonesia. Dodi menyarankan untuk mensinergikan antara Pertamina selaku penyedia avtur dengan Garuda Indonesia sehingga harga avtur yang diberikan bisa lebih ekonomis.

Fraksi Gerindra. Oleh Bambang Haryo Soekartono dari Jawa Timur 1. Bambang mengapresiasi pengelolaan Garuda Indonesia karena telah jauh lebih bagus dibandingkan masa lalunya. Namun menurut Bambang, Garuda Indonesia belum menjadi pilihan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) karena belum ditemui kebanggaan yang ditunjukkan oleh Garuda Indonesia bila para TKI menggunakan maskapai ini. Justru banyak TKI yang hendak pulang dari Hongkong malah menggunakan maskapai Chatay Pasific dibanding Garuda Indonesia. Bambang juga mempertanyakan kondisi terkini atas kejadian berputar-putar di langit yang menghabiskan bahan bakar.

Heri Gunawan dari Jawa Barat 4. Menurut Heri, komunikasi Komisi 6 dengan Mitra masih kurang. Heri mengharapkan adanya komunikasi yang lebih baik dan intens antara Komisi 6 dengan Mitra.

Fraksi Demokrat. Oleh Wahyu Sanjaya dari Sumatera Selatan 2. Wahyu mempertanyakan kurva keekonomian di Garuda Indonesia yang bentuknya tidak menyerupai orang yang sedang jantungan, naik turun terus. Wahyu ingin mengetahui seberapa kompetitif Garuda Indonesia terhadap harga yang ditawarkan kepada konsumennya. Wahyu menyarankan agar Garuda bisa mengikuti Singapore Airline untuk masa pakai dari pesawat yang dimiliki.

Melani Leimena Suharli dari DKI Jakarta 2. Melani mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Garuda Travel Fair 2015 yang dilaksanakan pada September lalu. Hal itu menunjukkan bahwa travel masih menjadi minat tersendiri di tengah krisis seperti ini. Selanjutnya, Melani mempertanyakan rute dari Soekarno Hatta, Jakarta (CGK) ke London sudah memberikan keuntungan, serta juga First Class yang digunakan di pesawatnya ditujukan untuk keuntungan atau hanya sebagai branding saja. Melani ingin mengetahui pembukaan rute di Eropa dan Amerika oleh Garuda Indonesia dan juga ke 10 destinasi yang akan dibuka oleh Kementerian Pariwisata.

Fraksi PAN. Oleh Nasril Bahar dari Sumatera Utara 3. Nasril menyatakan bahwa rapat ini merupakan bentuk kepedulian Komisi 6 kepada perusahaan BUMN karena bukan tidak mungkin DPR memberikan dukungan politik untuk Garuda Indonesia. Nasril ingin mengetahui lebih lanjut langkah efisiensi Garuda Indonesia dan sejauh mana konsolidasi kerjasama yang telah dilakukan dengan Angkasa Pura (AP). Selain itu, politisi PAN ini juga menanyakan terkait berat dari pesawat Airbus dan Boeing yang ingin dibeli oleh Garuda Indonesia, terutama saat mendarat. Menurutnya, pengurangan berat pesawat akan mengurangi beban penumpang dan berdampak pada penjualan tiket.

Sungkono dari Jawa Timur 1. Sungkono menanyakan apakah keputusan pengadaan pesawat sudah dipikirkan juga dengan kondisi kompetitor lainnya di dunia penerbangan. Menurutnya, Garuda Indonesia juga perlu mempertimbangkan kondisi daerah timur Indonesia karena masih ada masalah di avtur. Sungkono menyarankan agar Garuda Indonesia menjiplak manajemen Air Asia dan Lion Air untuk meningkatkan jumlah isian penumpang di pesawat Garuda.

Achmad Hafisz Tohir dari Sumatera Selatan 1. Menurut Hafisz, Garuda Indonesia perlu mengadakan pengkajian agar bisa berpindah ke Bandara Heathrow dari Bandara Gatwick untuk rute Jakarta-London. Hafisz ingin mengetahui kebanggaan yang ditawarkan Garuda Indonesia saat di bandara luar negeri sehingga menimbulkan rasa bangga kepada Garuda Indonesia yang bisa berkiprah hingga ke negeri orang.

Fraksi PKS. Oleh Refrizal dari Sumatera Barat 2. Refrizal meminta kepada Deputi BUMN untuk tidak meneruskan ide dari Rizal Ramli yang memberikan ruang kepada kereta api untuk bisa masuk pelabuhan.

Fraksi PPP. Oleh Mukhlisin dari Jawa Tengah 2. Mukhlisin mempertanyakan slot umrah haji yang dikelola oleh Garuda Indonesia. Dirinya menginginkan slot umroh dan haji ditambah, tidak disewakan kepada Jordan Air. Selain itu, Mukhlisin juga ingin mengetahui penyebab perbedaan harga yang diberikan oleh Garuda yang cukup lebih mahal daripada maskapai lain.

Iskandar D. Syaichu dari Jawa Timur 10. Iskandar mempertanyakan kondisi penerbangan Indonesia saat ini karena banyak faktor luar yang mempengaruhi, seperti rugi bersih, peningkatan harga avtur (aviation turbine dan BBM pesawat engine), ruginya pembukaan rute, dan depresiasi rupiah.

Respon Mitra

Berikut merupakan respon Mitra terhadap masukan dan pertanyaan Anggota Komisi 6 DPR-RI:

Deputi Kementerian BUMN:

Proses sinergi antara Pertamina dan Garuda Indonesia perlu lebih dipertimbangkan karena akan ada persaingan usaha nantinya. Deputi setuju dengan harapan komunikasi yang ada bisa terwujud antara Komisi 6 dengan mitra-mitranya.

Dirut Garuda Indonesia:

Garuda Indonesia sedang berekspansi ke sejumlah negara selain pada rute regular. Saat ini Garuda Indonesia sedang mempertimbangkan rute ke India dan penambahan di rute ke China.

Berdasarkan peraturan, rata-rata pesawat di dunia saat ini berada di angka 12 tahun, tetapi Garuda Indonesia memakai angka 5 tahun untuk rata-rata. Hingga saat ini, rata-rata pesawat telah mencapai 4,6 tahun dan akan dipersiapkan untuk keadaan 10 tahun ke depan. Bila sekarang tidak dilakukan pengkalkulasian, maka akan ketinggalan dalam fleet plan ke depannya.

Daya maximum take off yang ada di Boeing B777 memerlukan pengurangan 100 penumpang per penerbangannya sehingga saat berangkat penumpang ditransitkan di Singapura terlebih dahulu dan saat landing langsung direct ke Soekarno-Hatta karena keadaan bahan bakar sudah mulai kosong.

Saat ini, terminal baru di Jakarta sedang dinegosiasikan dengan keras untuk menyediakan terminal khusus Garuda Indonesia, termasuk juga dengan Citilink agar bisa lebih massif, baik domestik dan internasional. Menanggapi Hafiz Tohir dari Fraksi PAN, Garuda Indonesia akan segera mencoba rute Jakarta-Heathrow agar Garuda mempunyai daya saing. Menurutnya, bila direct flight ini tidak diwujudkan, maka tidak ada faktor pembeda antara Garuda Indonesia dengan maskapai lainnya.

Salah satu quantum lead dari Garuda Indonesia ialah menjadikan salah satu maskapai bintang-5 di dunia. Menurut Arif, prestasi tersebut bukanlah sebuah prestasi wah-wahan, tetapi juga branding ke tingkat persepsi penumpang internasional atas maskapai Garuda Indonesia. Garuda Indonesia memerlukan branding yang kuat dan saat ini sudah 77% keberadaan Garuda di internasional. Bila tidak cukup kuat, lama-kelamaan Singapore Airline dapat menguasai dunia penerbangan di Indonesia.

Dirut Garuda Indonesia menolak menjiplak manajemen Air Asia dan Lion Air karena Citilink dalam tahun tahun sudah bisa profit. Arif menyetujui tanggapan untuk lebih memperhatikan TKI yang menaiki Garuda Indonesia dan berjanji agar para TKI bisa menggunakan Garuda untuk kembali ke Indonesia. Garuda Indonesia pun akan membuka rute lainnya ke HongKong selain dari Jakarta, seperti dari Yogyakarta dan Denpasar, Bali. Dirinya mengharapkan Garuda sudah bisa IT base airline mulai tahun depan.

Terakhir, Dirut Garuda Indonesia meminta dukungan politis untuk permasalahan asap yang terjadi di Sumatera. Menurutnya, kejadian ini seolah-olah force major, padahal penyebabnya dari manusia itu sendiri.

Kesimpulan Rapat

  1. Komisi 6 DPR-RI meminta kepada Kementerian BUMN agar rencana penambahan pesawat Garuda dapat dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan evaluasi yang mendalam dengan mempertimbangkan berbagai faktor dengan alternatif opsi skema pendanaan pengadaan pesawat tersebut.
  2. Komisi 6 DPR-RI mendukung upaya Garuda Indonesia dalam mengatasi kerugian dengan mengupayakan peningkatan pendapatan melalui restrukturisasi jaringan penerbangan.

Rapat dengar pendapat ditutup pada pukul 22.32 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet RDP Komisi 6 dengan Dirut Garuda dan Deputi BUMN, kunjungi http://chirpstory.com/li/287327.

wikidpr.org/alq

Ilustrasi Gambar: airbusgroup.com