Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

(Tempo.co) Batan Bangun Iradiator Baru, Pakai APBN Rp 96 Miliar

12/12/2018



TEMPO.COJakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional membangun fasilitas iradiator baru di kawasan Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Serpong, Tangerang Selatan. Fasilitas ini akan digunakan dalam proses pengawetan dan sterilisasi dengan radiasi yang aman untuk makanan, obat-obatan, bahan herbal, kosmetika, dan alat kesehatan. 

Pembangunan fasilitas iradiasi dengan sinar gamma berkapasitas 2 megacurrie itu dijadwalkan rampung pada akhir 2017. “Pada awal 2018, ditargetkan sudah bisa beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto saat upacara peletakan batu pertama pembangunan iradiator di Serpong, Selasa, 29 Maret 2016. 

Fasilitas yang dinamai Iradiator Gamma Serbaguna ini menggunakan bahan radioaktif Cobalt-60, yang diperoleh lewat kerja sama dengan perusahaan asal Hungaria, Izotop. Dengan kapasitas iradiasi mencapai 2 megacurrie, fasilitas ini sanggup melayani kebutuhan iradiasi berbagai produk hingga 123 meter kubik per hari. 

Menurut Djarot, dana pembangunan fasilitas iradiator kedua Batan ini sepenuhnya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara. “Total nilai proyeknya Rp 96 miliar,” ujarnya. 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan pembangunan iradiator adalah langkah tepat untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam bidang nuklir. Menurut Nasir, banyak ilmuwan Indonesia yang menguasai teknologi energi nuklir. 

“Iradiator juga memberi nilai tambah ekonomi pada produk pangan Indonesia,” tutur Nasir. “Saya mendorong agar iradiator juga bisa dibangun di kota-kota lain.”