Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024 dan RKP Tahun 2024, Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN TA 2024 serta RKP Tahun 2024, dan Pembentukan Panja-panja - Raker Banggar dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia

Tanggal Rapat: 30 May 2023, Ditulis Tanggal: 20 Jul 2023,
Komisi/AKD: Badan Anggaran , Mitra Kerja: Gubernur Bank Indonesia

Pada 30 Mei 2023, Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI melaksanakan Raker dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia tentang Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024 dan RKP Tahun 2024, Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN TA 2024 serta RKP Tahun 2024, dan Pembentukan Panja-panja. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Said Abdullah dari Fraksi PDIP dapil Jawa Timur 11 pada pukul 11.35 WIB. (Ilustrasi: Media Indonesia)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Menteri Keuangan RI
  • Dinamika dan Tantangan Perekonomian Global. Ekonomi Indonesia, Tiongkok dan India yaitu 3 negara emerging yang memiliki kinerja pertumbuhan ekonomi yang sangat baik namun masing-masing memiliki tantangan. Untuk perekonomian India tumbuh 6,8, Indonesia 5,3, RRT sekarang sudah di 3,4. Dibandingkan dengan situasi di mana selama 10 tahun terakhir RRT bisa tumbuh 7,7%. Jadi ini menggambarkan adanya sebuah limitasi dari model pertumbuhannya untuk ke depan. India selama satu dekade tumbuh dengan tujuh persen. Dan Indonesia selama 10 tahun rata-rata 5,4. Sementara itu dunia pertumbuhan rata-rata selama 10 tahun ini di 3,7. Ini artinya negara-negara maju dalam ini tumbuh selalu relatif lebih rendah dan negara developing yang lain juga lebih rendah.
  • Kita juga melihat semenjak 2008 dengan krisis ekonomi global maka kita juga melihat tatanan ekonomi dunia mulai berubah dan perubahannya ini sangat fundamental tidak hanya yang sifatnya karena adanya presiden baru atau partai politik baru di berbagai negara yang berkuasa. Namun ini sudah menciptakan sebuah shifting geopolitik yang sifatnya fundamental dari dan dipicu mulai dari perang dagang Amerika tahun 2017 di bawah presiden Trump dan sekarang mengeras menjadi sebuah geopolitik persaingan yang membawa konsekuensi sangat besar terhadap bagaimana prospek ekonomi dunia harus kita navigasi. Di dalam konteks ini kalau kita lihat APBN sebagai instrumen yang luar biasa penting untuk mengelola ekonomi suatu negara masing-masing negara pasti menggunakan secara efektif atau aktif di instrumen yang menjelaskan cukup banyak mengenai defisit dan rasio dari utang. Indonesia yang dalam hal ini warna merah sebelum terjadinya pandemi kita sebetulnya sudah
  • Kita akan upayakan supaya APBN secara aktif efektif namun tetap hati-hati kita lihat rasio utang Indonesia 39,6, semua mengalami kenaikan rasio utang pada saat pukulan pandemi terjadi. Konsekuensi dari defisit yang melebar dan kita lihat baik negara tetangga kita yaitu ASEAN 5 yang cukup kuat seperti Malaysia dan Thailand itu mengalami kenaikan defisit dari tadinya di level 40 ke 60 jadi naiknya 20%. Indonesia dari 30 ke-40 10% dan kita sekarang turun naiknya 10% dari 55 ke 66 sekitar sama naik 10%. Tiongkok dari 56 ke-77% India dari 70 ke 83 dan Amerika Serikat yang jadi pembicaraan dunia sekarang rasionya adalah di 121 dari tadinya 107 sempat memuncak di 133
  • Kebijakan APBN Indonesia fiskal kita mendorong ekonomi dan bahkan termasuk tools untuk penggunaan utang semuanya tadi semua negara menggunakan defisit itu artinya menggunakan utang di dalam menahan syok namun efektivitas dari penggunaan fiskal termasuk utang kita. Dimana pertumbuhan government debt dibandingkan dengan kenaikan GDP nominal yang tentu antara lain disebabkan karena kita mampu mendorong menstimulir melalui fiskal defisit tadi untuk 206,5 dalam US Dollar billion. Indonesia mampu menaikkan nominal GDP ke 276,1. Vietnam juga termasuk yang cukup efektif naik 18,2 billion dan mereka kenaikan GDP nya.
  • Mengenai peran dedolarisasi dengan adanya terjadinya fragmentasi dominasi dolar menjadi juga terpengaruh beberapa negara. Sekarang juga Mulai melakukan antisipasi terhadap trend tersebut. Negara-negara yang berkekuatan besar aktif menggunakan instrumen fiskalnya untuk melakukan daya tarik investasi dan menahan kemajuan negara lain. Amerika dengan inflation reduction X memberikan subsidi masih untuk industri yang berhubungan dengan perubahan iklim termasuk energi dan elektrik dan baterai dengan karbon border adjustment mekanism. Ini akan menentukan Bagaimana sustainabilitas dan arah dari ekspor Indonesia
  • Dua hal lain yang harus kita pertimbangkan di dalam konteks global adalah perubahan iklim yang ini dijadikan salah satu alasan untuk menggunakan instrumen fiskal di berbagai negara di dalam memerangi perubahan iklim dan memerangi geopolitik. Cuaca ekstrim yang makin sering tidak hanya menimbulkan kerusakan namun juga disrupsi dari supply Chains. Dan trend ke depan adalah orang akan makin fokus pada berbagai aktivitas yang menurunkan emisi transportasi dalam hal ini kendaraan elektrik adalah suatu keniscayaan. Transisi energi menuju hijau juga merupakan kebutuhan dan keniscayaan industri manufaktur terutama namun juga harus juga makin hijau ini karena dunia akan semakin tergantung dan juga menggunakan teknologi digital yang harus berkembang namun dengan emisi karbonnya makin tinggi. Untuk menghadapi ketidakpastian maka Indonesia harus mampu untuk menciptakan resiliensi . Suasana yang tidak pasti harus dijaga dan ketahanan ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia termasuk mampu yang cepat pulih dan resilien dalam guncangan-guncangan yang terjadi pada 5 tahun terakhir
  • Di sisi lain ada hal yang cukup baik sesudah Tahun 2022 yang merupakan kondisi krisis energi pangan yang cukup buruk yang menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas. Tahun 2023 ini harga komoditas mulai melandai tentu ini memberikan kebaikan dari sisi level inflasi dunia kita lihat di berbagai negara level inflasi mulai flightening itu juga karena banyak negara menaikkan suku bunga secara cukup ekstrim. Indonesia mengalami kenaikan suku bunga tarif di 5,75 dan kita bisa mengendalikan inflasi kita secara relatif lebih baik dengan kondisi itu. Di dalam tren pemulihan ekonomi Indonesia peta dari pemulihan ekonomi Indonesia dalam hal ini sesudah mengalami downside shock ke minus 5,3 di Kuartal kedua 2020 akibat pandemi kita segera pulih dan bertahan
  • Investasi juga sudah balik meskipun masih perlu dipacu kalau kita lihat investasi kita drop minus 5 pada saat covid 2020 kemudian recover tapi recoverynya masih belum pada level yang tentu memuaskan kita
  • Secara regional juga kita lihat pemulihan sudah dikontribusikan oleh seluruh daerah untuk Jawa jelas memiliki resiliensi karena memang komposisi ekonominya jauh lebih lengkap dan tidak tergantung kepada komoditas dan dengan terbangunnya berbagai infrastruktur seperti tol menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat baik konsumsi investasi ekspor maupun impor menjadi mendukung pemulihannya. Tapi Sumatera yang mendapatkan alokasi anggaran sangat besar untuk pembangunan transportasi terutama jalan tol ini juga Mulai menunjukkan residensinya pertumbuhan di 4,8 Kuartal 1 2023. Kita harapkan dengan tol akan terus terbangun. Untuk Kalimantan kita melihat juga pemulihan tentu seiring dengan pemulihan komoditas tentu dalam hal ini 2022 2023 kenaikan di 5,8 namun di Kalimantan kita juga dengan pembangunan IKN diharapkan akan mampu meningkatkan kue ekonominya secara nasional. Karena potensi Kalimantan di dalam konteks geopolitik maupun regional Asean itu memiliki nilai strategis yang sangat besar. Sulawesi selama ini selalu tumbuh cukup baik ini juga menggambarkan sebuah perekonomian yang cukup reselien karena diversifikasi dari perekonomian maupun pelakunya pertumbuhan di atas 7% adalah outstanding yang paling bagus di antara region-region yang lain. Papua Dalam hal ini masih sangat tergantung kepada komoditas dan tentu kita berharap dari masalah keamanan bisa segera sehingga bisa menimbulkan pemulihan dan pembangunan. Pembangunan Bali dan NTT yang mengalami pukulan paling dahsyat pada saat pandemi. Kita melihat sudah mulai pulih dan dengan perhatian dari pemerintah juga untuk mendukung pemulihan pariwisata. Kita berharap ini akan menyumbangkan pemulihan ekonomi yang baik di tahun 2024 pemilihan ekonomi tidak hanya dari grows tapi dari sisi indeks dari pengangguran dan kemiskinan
  • Kemiskinan kita yang menaikkan juga akibat pandemi juga sudah mulai kembali ke single digit dan koefisien gini kita juga makin membaik. Semua negara syok dari pandemi dan intervensi pemerintah mereka lebih banyak menguntungkan kelompok Menengah Atas sehingga banyak negara yang gini koefisiennya memburuk sesudah pandemi. Indonesia relatif bisa memperbaiki kembali pemerataannya karena masih dari fiskal revolusi kita dikonsentrasikan untuk masyarakat 40%
  • Kita termasuk negara yang mampu menurunkan inflasi seperti yang tadi Disampaikan oleh Bapak ketua bahkan pada saat musim Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya secara musiman kenaikan inflasi terjadi Indonesia justru mengalami inflasi yang turun. Dan kalau kita bandingkan peer group kita inflasi Indonesia di 4,3 adalah relatif lebih baik. Ini tidak hanya pada level tapi instrumen yang dipakai mengendalikan. Pak gubernur tidak perlu menaikkan suku bunga yang mematikan ekonomi karena kita melakukan pengendalian inflasi bersama-sama pemerintah untuk menghandle berbagai faktor yang menyebabkan inflasi seperti pangan.
  • Dalam konteks geopolitik yang tadi telah saya sampaikan, keputusan Indonesia untuk terus melakukan hilirisasi sumber daya alam bukan hanya yang secara logika ekonomi adalah masuk akal. Karena selama ini nilai tambah sumber daya alam Indonesia sangat minimal terjadi di dalam negeri ini yang menyebabkan Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya selalu atau rentan terhadap apa yang disebut eksternal Balance, yang disebut transaksi berjalan karena ekspor minus impor untuk barang.dengan hilirisasi FBI dan masuknya dari Capital influid yang cukup baik Indonesia mengalami pembalikan dari transaksi berjalan negatif menjadi positif. ini yang menjelaskan Kenapa depresiasi Indonesia relatif Celo atau bahkan kita mengalami apresiasi rupiah.
  • Hilirisasi SDA memperkuat posisi neraca berjalan berupa intervensi fiskal meliputi kecukupan bahan baku dan alat bebas bea masuk, PDRI mesin dan barang, PPnBM 0 persen dan larangan ekspor bahan mentah, lalu infrastruktur yaitu kawasan khusus, KPBU, VGF, PDF dan konektivitas.
  • Indonesia yang berbasiskan pada metal itu sangat menarik dan terlalu keras sehingga mengalahkan Hongkong dari segi investasi dan akses pasar. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat di tahun 2024 berupa proyeksi pertumbuhan Indonesia.
  • Inflasi 2024 akan dijaga rendah dan stabil pada perkembangannya. Nilai tukar rupiah di tahun 2024 diperkirakan akan menguat pada pergerakan nilai tukar rupiah tahun 2018 sampai 2024. Yield SBN 10Y tahun 2024 akan membaik pada perkembangan dan proyeksi Yield SBN 10 tahun 2023 sampai 2024 karena ini mengacu pada perkembangan effective FFR.
  • Harga minyak di 2024 masih akan diwarnai ketidakpastian global ini tertuang pada perkembangan dan proyeksi ICP tahun 2014 sampai 2024 per USD/Barel serta perkembangan harga batu bara dan CPO perUS/MT. Dinamika harga minyak masih dipengaruhi sentimen geopolitik, global supply diperkirakan tetap meningkat terutama dari non-OPEC serta mulai banyaknya penggunaan energi terbarukan.
  • Di tahun 2024 lifting minyak mentah diperkirakan turun, lifting gas bumi diperkirakan meningkat. Perkembangan dan proyeksi lifting minyak mentah dan perkembangan proyeksi lifting gas bumi. Asumsi dasar ekonomi makro serta sasaran dan indikator pembangunan tahun 2022 sampai 2024.
  • Asumsi dasar ekonomi makro berupa pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, suku bunga SUN 10 tahun, harga minyak mentah Indonesia, dan lifting minyak serta gas.
  • Visi Indonesia tahun 2045 yaitu menjadi negara maju. Indonesia keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045 berupa percepatan transformasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan yang tinggi. Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi meliputi tema kebijakan fiskal tahun 2024 yaitu mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
  • Fokus kebijakan jangka pendek meliputi pengendalian pada capaian pembangunan menjadi modal untuk mengakselerasi transformasi ekonomi menuju Indonesia maju. Kinerja Presiden Joko Widodo saat ini yaitu kesehatan untuk produktivitas, lalu infrastruktur untuk daya saing sebesar Rp2.799.9 triliun. Penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2024 untuk membutuhkan extra effort pada penurunan kemiskinan ekstrem.
  • Penurunan stunting ini krusial bagi peningkatan produktivitas SDM Indonesia. Kebijakan untuk mendorong dan pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli dan menekan angka kemiskinan. Perkembangan inflasi IHK dan komponen, perkembangan anggaran terkait inflasi tahun 2019 sampai 2023. Upaya peningkatan daya saing investasi terus dilakukan pada perbaikan regulasi dan insentif fiskal untuk daya saing investasi.
  • Usulan anggaran prioritas tahun 2024 untuk mendukung transformasi ekonomi meliputi pendidikan sebesar Rp643,1 triliun sampai Rp695,3 triliun, perlindungan sosial Rp503,7 sampai Rp546,9 triliun dan infrastruktur Rp396,9 triliun sampai 477,5 triliun.
  • Harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan yang lebih merata dengan strategi kebijakan yaitu pertumbuhan ekonomi.
  • Postur makro fiskal 2024 pada APBN sebagai instrumen untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan meliputi pendapatan negara, belanja negara, penerimaan perpajakan, PNBP, hibah, belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, primary balance, defisit dan pembiayaan. Pagu indikatif belanja K/L tahun 2024 yaitu Rp999,9 triliun untuk mendukung program prioritas.
  • Kebijakan umum ini terdiri dari strategi jangka pendek dan jangka panjang. Penguatan harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah akan mendorong peningkatan kualitas belanja di daerah. Mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri PPN/Bappenas RI
  • Yang kita harapkan pada tahun 2024 adalah akhir dari RPJMN 2019-2024. Prioritas nasional dan sasaran RKP tahun 2024, pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan dan ini menjadi basis ke depan adalah bagian dari strategi pada kerangka ekonomi makro tahun 2024.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi pengeluaran, konsumsi domestik dalam sasaran pembangunan per provinsi tahun 2024 di Indonesia terkait pertumbuhan ekonomi 5,3-5,7 persen.
  • Highlight isu 2024 terkait kemiskinan, GAP jumlah penduduk miskin yang harus dituntaskan masih tinggi dan beberapa indikator kesehatan mengalami kemajuan tetapi masih dalam permasalahan besar. Ada indikator RPJMN berisiko tidak tercapai meliputi imunisasi dasar lengkap bayi,stunting balita, wasting balita, insidensi tuberkulosis, eliminasi malaria dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
  • Antisipasi dampak perubahan iklim tahun 2024 pada anomali produksi padi 1990 sampai 2020, ini didukung dengan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
  • Alokasi prioritas nasional pada prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan.

Gubernur Bank Indonesia
  • Terkait indikator dan angka proyeksi yang terkait pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah serta inflasi khususnya sebagai masukan dari BI terhadap RAPBN 2024. Pertumbuhan ekonomi global, memang kondisi global masih tidak menentu, kami melihat dari pertumbuhan ekonomi dunia ada 2,7 persen yang didukung oleh ekonomi Tiongkok, di negara maju terjadi keterlambatan dan resesi yang terjadi di eropa dan penurunan inflasi masih lambat pada sektor supplynya itu mendorong suka bunganya masih tinggi.
  • Kondisi di sektor keuangan Amerika setelah kegagalan bank nasional di sana yang menimbulkan resiko pada pasar keuangan global dan nilai tukar yang lambat untuk dunia. Kita meski memperkuat stabilitas memperkuat nilai tukar rupiah untuk didukung oleh investasi non bangunan, dari ekspor terus tumbuh potsitif dengan kenaikan permintaan global. Dari lapangan usaha menunjukan pertumbuhan ekonomi yang baik.
  • Ketahanan eksternal terjaga didukung oleh surplus neraca perdagangan aliran masuk investasi asing, dan kecukupan cadangan devisa dan rupiah stabil serta menguat pada neraca perdagangan, cadangan devisa, aliran modal asing dan nilai tukar rupiah.
  • Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia diperkirakan akan tetap surplus didukung oleh rendahnya defisit transaksi berjalan serta masuknya aliran portofolio. Inflasi menurun lebih cepat oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia dan kuatnya sinergi TPI pusat dan daerah akan segera kembali ke sasaran pada triwulan 3 pada tahun 2023 meliputi inflasi IHK dan komponen serta inflasi gabungan kota di provinsi. Secara keseluruhan proyeksi perekonomian tahun 2023 sampai 2024 akan menguat pada PDB, nilai tukar dan inflasi.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan