Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Progress Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2022 dan RKA K/L Tahun Anggaran 2023 — Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Tanggal Rapat: 12 Sep 2022, Ditulis Tanggal: 20 Oct 2022,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Pada 12 September 2022, Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai Progres Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2022 dan RKA K/L Tahun Anggaran 2023. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Eddy Soeparno dari Fraksi PAN dapil Jawa Barat 3 pada pukul 10:25 WIB. (Ilustrasi: asiatoday.id)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Total anggaran BRIN pada Tahun Anggaran 2022 adalah Rp5,86 Miliar dengan alokasi sebagai berikut:
    • Belanja Operasional Rp2,63 Triliun
    • PNBP Rp182,3 Miliar
    • BLU Rp143,2 Miliar
    • PLN Rp208,3 Miliar
    • SBSN Rp1,17 Triliun
    • Rupiah Murni Rp1,15 Triliun
  • Penyerapan pada saat ini itu sebesar 68,76% per 23 Agustus 2022. 
  • Terkait dengan rekapitulasi, alokasi, dan realisasi kegiatan untuk masyarakat per program secara total sampai dengan akhir tahun ini kami mengalokasikan sebesar Rp800,8 Miliar yang terbagi pada 7 program, yaitu:
    • Bantuan Riset Talenta Inovasi (Barista);
    • Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR);
    • Fasilitasi Usaha Mikro Berbasis IPTEK (FUMI);
    • Grass Root Innovation (GRI);
    • Masyarakat Pintar BRIN Menjawab (MBBM/Bimtek);
    • Produk Inovasi; dan
    • Riset Indonesia Maju (RIM).
  • Kami mohon maaf selama ini masih cukup lambat, karena kami baru bisa memulai praktisnya di April untuk yang program masyarakat. 
  • Anggaran kami sempat terblokir, karena ada perubahan nomenklatur organisasi. Khususnya di organisasi-organisasi riset, tetapi kami saat ini sedang melakukan percepatan dan konsultasi internal untuk semakin memperkuat tim internal kami yang akan mendampingi Bapak dan Ibu dalam menyelenggarakan program kami.
  • Khusus untuk Barista perlu kami laporkan bahwa SK sudah kami lansir sebanyak 2.804 orang. Masih ada kurang lebih 3.000 orang yang masih dalam proses di Batch 2.
  • Kami laporkan juga bahwa kami diperbolehkan untuk melakukan pembayaran langsung 2 semester. Jadi, tidak harus per semester, sehingga itu akan memudahkan.
  • Kita semua dan juga akan mempercepat proses dari program kami ini. Demikian yang dapat kami sampaikan sebagai ringkasan dari Progress Pelaksanaan Anggaran BRIN pada Tahun Anggaran 2022.
  • Anggaran BRIN untuk Tahun Anggaran 2023 totalnya adalah Rp6,3,8 Triliun dengan alokasi:
    • Belanja Operasional Rp4,05 Triliun
    • PNBP Rp199,2 Miliar 
    • BLU Rp143,5 Miliar
    • PHLN Rp435,6 Miliar
    • SBSN Rp240 Miliar
    • Rupiah Murni Rp1,31 Triliun 
  • Rupiah Murni untuk anggaran teknis BRIN cukup banyak tergerus oleh peningkatan Belanja Operasional yang saat ini sudah selesai semua, karena pegawai yang dialihkan ke BRIN terakhir itu pada Juli lalu. Jadi, saat ini seharusnya sudah tidak ada perubahan apapun, karena semua proses sudah ditutup pada 24 Agustus lalu.
  • Pagu anggaran BRIN Tahun Anggaran 2023 untuk Rupiah Murni total ada Rp5,36 Triliun, kemudian dari anggaran tersebut dibagi menjadi 2 program, yaitu:
    • Program Riset dan Inovasi IPTEK Rp2,24 Triliun
    • Program Dukungan Manajemen Rp4,14 Triliun
  • Pagu anggaran per program untuk fungsi layanan umum itu ada Rp2,21 Triliun dan ada fungsi pendidikan, karena kami ada Poltek Nuklir sebesar Rp32,8 Miliar dan pelayanan umum Rp4,14 Triliun.
  • Untuk kegiatan prioritas BRIN yang terkait riset, secara umum kami fokus pada program kedaulatan pangan sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI, khususnya di tengah fluktuasi harga komoditas global saat ini, sehingga BRIN diminta untuk fokus kedaulatan pangan.
  • Kedaulatan pangan itu dimulai dari program konservasi ex situ, dari tumbuhan yang terancam kepunahan. Kemudian, pengungkapan dan utilisasi pemanfaatan Biodiversitas Nusantara khususnya berbagai sumber daya genetik untuk menciptakan berbagai bibit baru.
  • BRIN juga mempunyai program lanjutan dari PLN yang sudah akan selesai, yaitua kendaraan listrik sistem autonomous. 
  • Untuk bioinformatika difokuskan untuk membantu pencarian berbagai bibit dan juga obat baru dari sumber daya genetik yang dimiliki oleh Indonesia.
  • Kedaulatan pangan itu sebenarnya juga termasuk kesehatan, sehingga kami tetap diminta fokus juga untuk pengembangan obat dan vaksin yang berbasis pada sumber daya hayati Indonesia. Selain itu, pengembangan riset dan inovasi pengobatan khususnya terapi presisi dan juga untuk penyakit-penyakit regeneratif serta pengembangan alat deteksi alat kesehatan sebagai bagian dari program Kemenkes untuk lebih meningkatkan pendekatan preventif dibandingkan dengan pendekatan kuratif.
  • BRIN diminta untuk mengembangkan berbagai bibit unggul tidak hanya untuk Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale), tapi juga sorgum dan beberapa komoditas unggulan termasuk pisang, nanas, dan sebagainya.
  • Terkait teknologi tepat guna untuk pemrosesan pangan. Ini untuk pasca panen dan juga untuk pemrosesan pangan termasuk teknologi pengemasan.
  • Terdapat riset di bidang nanoteknologi dan material maju. Ini sebagian besar terkait dengan biomaterial.
  • Terdapat sains fundamental dan molekuler, kami diminta tetap ada meskipun hanya kecil.
  • Bidang ilmu sosial dan humaniora ada riset kebangsaan dan riset dinamika kontemporer.
  • Terkait inovasi teknologi nuklir, BRIN diminta untuk membantu penyediaan bibit unggul yang memakai berbagai teknologi radiasi dari teknologi nuklir.
  • Sebagai bagian dari program strategis nasional, BRIN masih diminta untuk melanjutkan untuk pengembangan N219 Amfibi. Meskipun, saat ini pengembangannya lebih banyak dengan pihak industri, sehingga anggaran yang diperlukan tidak terlalu besar. Termasuk di dalamnya adalah satelit. Satelit ini lebih dikhususkan untuk satelit penginderaan jauh yang banyak diperlukan untuk mendukung pertanian dan lingkungan, karena untuk memonitoring lingkungan, kebakaran hutan, dan juga iklim serta cuaca di negara kita.
  • Selain kedaulatan pangan, BRIN juga diminta untuk masuk ke riset energi. Untuk riset energi, BRIN masuk di energi baru terbarukan khususnya yang berbasis pada biomassa dan pemakaian berbagai limbah misalnya dari kelapa sawit. Energi pasti ada terkait kebencanaan, BRIN ada riset kebencanaan. Riset kebencanaan ini untuk melakukan pemetaan potensi sumber-sumber gempa yang tidak hanya yang ada di darat, tetapi juga yang di laut untuk memitigasi dan memetakan secara lebih detail titik-titik yang berpotensi menjadi sumber pembangkit tsunami. Ada juga manajemen sumber daya air dan danau prioritas yang sangat penting untuk mendukung perikanan.
  • Terkait arkeologi, bahasa, dan sastra, BRIN dimintal untuk mendukung IKN, yaitu riset tentang peradaban Nusantara termasuk di dalam yang di daerah Kalimantan. Kemudian juga identitas kebangsaan dan tata kelola pemerintahan khususnya terkait dengan otonomi daerah.
  • Terkait program yang ada di Kedeputian sebagai bentuk fasilitasi dan penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional, yaitu Program Talenta Nasional bidang riset dan inovasi yang ditugaskan ke BRIN. Selain talenta nasional bidang olahraga yang di Kemenpora dan budaya yang ada di Kemendikbud.
  • Terkait infrastruktur, BRIN masih berkewajiban menyelesaikan infrastruktur riset dan inovasi yang ada di Bandung. Ini adalah tahun terakhir. Saat ini, pembangunan fisik sudah selesai seluruhnya dan untuk tahun depan itu adalah terkait dengan peralatannya.
  • Sebagai lanjutan dari program sebelumnya, yaitu terkait dengan peremajaan kapal riset yang berasal dari PLN. Program ini dari PLN ini kami lanjutkan serta revitalisasi Babarsari-Yogyakarta ini salah satu kawasan nuklir yang ada di Yogyakarta yang sudah harus direvitalisasi. Ini BRIN mulai dari tahun ini dan tahun depan dilanjutkan sampai selesai.
  • Masih terkait pangan dan kesehatan, BRIN diminta untuk menyediakan fasilitas laboratorium C-GMP baik untuk pangan tradisional serta untuk produksi terbatas obat dan vaksin yang ada di Cibinong.
  • Berbagai skema pendanaan riset dan inovasi yang memakai anggaran dari imbal hasil LPDP serta skema produk pengujian inovasi, baik itu kesehatan juga untuk pertanian untuk mendapatkan izin edar dari berbagai bibit unggul yang dikembangkan.
  • Pemanfaatan riset dan inovasi yang terkait dengan fasilitasi usaha mikro berbasis IPTEK yang MBBM dan juga inovasi akar rumput serta produk inovasi yang diserahkan kepada masyarakat.
  • Riset dan inovasi daerah, saat ini adalah pendampingan Pemerintah Daerah untuk pembentukan dan penguatan pada riset dan inovasi daerah.
  • Kebijakan riset dan inovasi sebagian besar untuk melaksanakan survei nasional yang tadinya ada di berbagai K/L, saat ini semuanya dipusatkan pelaksanaan surveinya ada di BRIN.
  • Bidang kebijakan pembangunan terkait berbagai kebijakan bagi K/L dan lebih khusus lagi untuk Bappenas
  • BRIN juga mengusulkan penambahan dana abadi penelitian untuk tahun anggaran 2023 sebesar Rp10 Triliun. Kami mengusulkan sebagian dari sisa alokasi tersebut dimasukkan ke dana abadi penelitian untuk menambah penguatan imbal hasil dari dana abadi penelitian di tahun-tahun mendatang.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan