Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Progres Transisi Energi Terbarukan di Pembangkit PLN; Supply dan Demand Listrik Pasca Covid-19; Program Pemasangan Smart Meter untuk Pelanggan PLN; dan lain-lain — Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT PLN (Persero)Progres Transisi Energi Terbarukan di Pembangkit PLN; Supply dan Demand Listrik Pasca Covid-19; Program Pemasangan Smart Meter untuk Pelanggan PLN; dan lain-lain — Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT PLN (Persero)

Tanggal Rapat: 5 Jul 2023, Ditulis Tanggal: 9 Aug 2023,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Dirut PT PLN (Persero)

Pada 5 Juli 2023, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) membahas Progres Transisi Energi Terbarukan di Pembangkit PLN; Supply dan Demand Listrik Pasca Covid-19; Program Pemasangan Smart Meter untuk Pelanggan PLN; dan Lain-lain. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Eddy Soeparno dari Fraksi PAN dapil Jawa Barat 3 pada pukul 14.18 WIB. 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dirut PT PLN (Persero)
  • Pada COP26, PLN telah mendeklarasikan komitmen untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060
    • Saat ini, emisi Gas Rumah Kaca dari Sistem Ketenagalistrikan termasuk dari pembangkitnya PLN dan juga Perusahaan Pembangkit Independen (IPP) adalah sekitar 260 juta metrik ton per tahunnya.
    • Kalau kita melakukan Business as Usual, maka emisi Gas Rumah Kaca akan meningkat menjadi 1 miliar ton di Tahun 2060, tetapi kita sudah melakukan launching Net Zero Emission, mengubah emisi 1 miliar ton menjadi zero ton di Tahun 2060.
    • PLN berkomitmen meningkatkan kapasitas pembangkit dengan teknologi bersih untuk mendukung pertumbuhan konsumsi listrik sebagai driver perekonomian Indonesia.
  • PLN berinisiatif secara voluntary, telah melakukan upaya heroik melalui RUPTL Paling Hijau, menekankan upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil dan pengembangan EBT, because PLN do really care.
    • Inisiatif Heroik PLN
      • Dekarbonisasi pembangkit listrik berbahan bakar fosil
        • Pembatalan 13,3 GW PLTU baru yang sebelumnya direncanakan dalam RUPTL 2019-2028
        • Pembatalan PPA 1,3 GW PLTU dalam Pipeline The Greenest RUPTL (2021-2030)
        • Mengganti 1,1 GW PLTU dengan EBT dan 800 MW PLTU dengan pembangkit gas
        • Co-Firing Biomassa pada 37 PLTU dan akan mencapai 52 PLTU pada 2025
        • Program Dedieselisasi 1 GW
        • Uji Coba perdana carbon trading di 26 PLTU
      • Meningkatkan kapasitas pembangkit EBT dan infrastruktur pendukung
        • Merencanakan dan mengembangkan 21 GW Pembangkit EBT dalam The Greenest RUPTL
        • Roll-out smart grid di beberapa pulau
      • Mengembangkan Green Ecosystem
        • Menstimulasi konsumsi EBT melalui Green Energy as a service
        • Memperluas ekosistem kendaraan listrik (~600 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) sampai saat ini)
    • Total cumulative emissions reduction and avoidance 3,7 miliar ton CO2.
  • Dalam rangka memperoleh dukungan asistensi teknis dan finansial pada skenario transisi energi yang telah disusun, telah dilakukan penandatanganan MoU antara PLN dengan International Energy Agency (IEA), diikuti dengan FGD antara PLN, IEA, dan Asian Development Bank (ADB) pada 18 April 2023 di Paris, Prancis.
    • MoU antara PLN dengan IEA bertujuan untuk mengakselerasi percepatan transisi energi sektor ketenagalistrikan di Indonesia dengan melakukan kajian pendalaman perencanaan sistem tenaga listrik hingga Tahun 2030 dan 2040 secara end to end mulai dari perluasan dan penguatan sistem jaringan/transmisi secara teknis, regulasi, hingga program capacity building.
    • PLN dan IEA bersama-sama memodelkan skenario transisi energi. Secara paralel, PLN bekerja sama dengan ADB untuk membuat asesmen kondisi financial sustainability PLN dalam setiap skenario yang dimodelkan.
  • PLN telah merancang RUPTL Paling Hijau dengan porsi EBT sebesar 20,9 GW hingga Tahun 2030. PLN dengan upaya terbaiknya sudah memproses ~13 GW.
    • Hidro 10,4 GW
    • Panas Bumi 3,4 GW
    • Biomass & Biogas 0,6 GW
    • Surya/Bayu 5,0 GW
    • Lainnya 1,5 GW
  • PLN telah mengimplementasikan co-firing biomassa di 37 PLTU, dengan berbasis ekonomi kerakyatan dan membangun ekonomi sirkuler, yang menghasilkan penurunan emisi 1,2 juta ton CO2.
    • Co-Firing Biomassa dilakukan dengan mengganti penggunaan sebagian batubara dengan biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sumber biomassa yang dapat digunakan antara lain: pelet kayu dan refuse-derived fuel (RDF).
    • 37 PLTU telah mengimplementasikan Co-Firing dengan Biomassa dari 48 PLTU yang telah melaksanakan uji coba.
  • PLN menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengolah sampah menjadi feedstock biomassa sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
  • PLN menjalankan program dedieselisasi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, emisi CO2, sekaligus Biaya Pokok Produksi.
    • Dedieselisasi Tahap I (2 cluster : 94 lokasi)
    • Potensi pengembangan tambahan 800 MWp Solar PV untuk Tahap 2 dan 3
  • Sampai dengan Tahun 2023, PLN telah berhasil mengurangi Emisi CO2 sebesar 50 juta ton CO2, dari Business as Usual 334 juta ton CO2 turun menjadi 284 juta ton CO2 dengan berbagai Extraordinary Effort.
    • Biomass co-firing 1,2 juta ton CO2
    • Energy Efficiency 10 juta ton CO2
    • More efficient coal plant 15,4 juta ton CO2
    • Gas combined cycle 7 juta CO2
    • Renewable energy 16,2 juta ton CO2
  • PLN berkolaborasi dengan mitra domestik dan internasional dalam mendukung upaya transisi energi Indonesia. Dukungan Komisi 7 akan memperkuat posisi PLN dalam menjalankan program transisi energi sebagai suatu opportunity bagi Indonesia.
    • Kebutuhan dukungan untuk transisi energi
      • Investasi untuk transisi energi melalui pendanaan hijau atau hibah
      • Pembaharuan kebijakan untuk mendukung inisiatif transisi energi yang sedang dilaksanakan
      • Kerjasama teknologi untuk implementasi teknologi baru
      • Pembangunan ekosistem hijau untuk meningkatkan partisipasi dalam konsumsi energi hijau
  • Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Energi Listrik PLN dan Elastisitas Tahun 2013-2023
    • Pandemi Covid-19 berimbas pada menurunnya pemakaian energi listrik. Pada Tahun 2020, pemakaian listrik tumbuh negatif -0,78%, tetapi langsung melonjak menjadi 5,72% dan menunjukkan tren stabil pada Tahun 2020 6%. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sudah kembali normal, bahkan melampaui kondisi sebelum Covid-19.
    • Elastisitas merupakan rasio perbandingan pertumbuhan energi listrik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi
    • Terlihat bahwa elastisitas pasca Covid-19 menunjukkan tren yang semakin selaras antara pertumbuhan listrik dengan pertumbuhan ekonomi.
  • Selama masa pandemi, beban puncak mengalami penurunan dari sebelumnya 38,5 GW, turun menjadi 37,5 GW. Setelah pandemi berakhir, beban pun mengalami kenaikan yang menandakan bahwa demand kembali pulih.
  • Reserve Margin per Desember 2020
    • Reserve margin sangat tinggi karena demand yang turun drastis selama pandemi Covid-19. Banyak pembangkit yang tidak terserap, kondisi semakin parah karena PLN menanggung Take or Pay dari pembangkit IPP.
  • Reserve Margin per Juni 2023
    • Sistem kelistrikan saat ini berangsur-angsur pulih menuju kondisi normal. Demand kembali pulih. Reserve Margin nasional hampir mendekati nilai optimal yaitu 20-40%.
  • PLN berupaya keras mendorong permintaan listrik di Indonesia menjaga momentum pertumbuhan pasca pandemik 19
    • PLN berhasil meningkatkan penjualan pasca pandemi melalui berbagai extraordinary effort. Pada Tahun 2022, penjualan tumbuh sebesar 6% yaitu 274 TWh, lebih tinggi 16,1 Twh atau setara Rp22,2 T dari Tahun 2021 sebesar 257 TWh. Bahkan lebih tinggi 10,7 TWh atau setara Rp15,4 T dari target RKAP 2022 yaitu 263 TWh.
    • Upaya-upaya yang kami lakukan
      • Captive Acquisition
      • Program Diskon Tambah Daya
      • Electrifying Lifestyle
      • Electrifying Agriculture
      • Electrifying Marine
      • Hilirisasi Pengembangan Kawasan Industri
  • Overview Smart Grid
    • PLN tengah melakukan pembangunan infrastruktur Smart Grid secara end-to-end untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi operasi. Smart Meter - Advance Metering infrastructure (AMI) merupakan infrastruktur yang terintegrasi dari sistem Smart Grid untuk meningkatkan akurasi pencatatan meter serta meningkatkan layanan secara real- time.
    • Adopsi teknologi AMI menjadikan pengukuran konsumsi listrik yang akurat, otomatis, dan real time monitoring, akan meminimalisir potensi kesalahan pencatatan akibat human error, mencegah kecurangan transaksi listrik, serta manajemen demand yang lebih efisiensi.
    • Implementasi AMI juga memberikan manfaat untuk pelanggan. Pembacaan dan deteksi yang akurat, real time, dan otomatis, membuat pelanggan tidak dirugikan lagi karena kesalahan pencatatan, gangguan dapat terdeteksi lebih dini, serta recovery dan pelayanan yang lebih cepat.
    • PLN melakukan Pusertif dan Puslitbang melakukan pengujian dan sertifikasi, untuk memastikan mutu dan kualitas dari AMI yang akan terpasang reliable dan durable.
    • PLN telah merangkul Produsen dan Kontraktor dalam negeri untuk Meter, Fiber Optic, Jasa Konstruksi Pemasangan, dan Operation & Maintenance AMI (100% dalam negeri).
    • Proof of Concept (PoC) AMI 1,2 juta Pelanggan di 8 Unit Induk menjadi benchmarking dan lesson learned untuk implementasi AMI secara masif di tahap berikutnya.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan