Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Progres Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2022 — Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Perindustrian RI

Tanggal Rapat: 13 Jun 2022, Ditulis Tanggal: 8 Aug 2022,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Eselon I Kementerian Perindustrian RI

Pada 13 Juni 2022, Komisi 7 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Perindustrian RI mengenai Progres Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2022. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Sugeng Suparwoto dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (FP-Nasdem) dapil Jawa Tengah 8 pada pukul 10.30 WIB. (Ilustrasi: dpr.go.id)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Eselon I Kementerian Perindustrian RI

Sekjen Kementerian Perindustrian:

  • Postur Anggaran Kemenperin dalam APBN TA 2022 sebesar Rp2,86 triliun
    • Sumber
      • Rupiah Murni Rp2,49 T (87.2%)
      • PNBP Rp148,50 M (5.2%)
      • BLU Rp99,66 M (3.5%)
      • SBSN Rp118,43 M (4,1%)
    • Alokasi Belanja
      • Belanja pegawai Rp794,45 M (27.8%)
      • Belanja operasional Rp365,16 M (12.7%)
      • Belanja non operasional Rp1,70 T (59.5%)
      • Prioritas nasional Rp1.27 T (35.0%)
    • Alokasi berdasarkan Fungsi
      • Fungsi pendidikan Rp982 M (34.3%)
      • Fungsi ekonomi Rp1,87 T (65.7%)
    • Alokasi Belanja
      • Belanja pegawai Rp795,45 M (27.8%)
      • Belanja barang Rp1,75 T (61.4%)
      • Belanja modal Rp309,50 M (10.8%)
  • Pagu anggaran berdasarkan unit kerja TA 2022
    • Setjen Rp250.769.375.000 (9%)
    • Ditjen Industri Agro Rp110.901.893.000 (4%)
    • Ditjen IKFT Rp114.239.400.000 (4%)
    • Ditjen ILMATE Rp186.063.940.000 (7%)
    • Ditjen IKMA Rp416.413.080.000 (15%)
    • Itjen Rp40.643.630.000 (1%)
    • BSKJI Rp666.546.510.000 (23%)
    • Ditjen KPAII Rp97.303.734.000 (3%)
    • BPSDMI Rp982.338.623.000 (34%)
  • Alokasi anggaran berdasarkan program
    • Program pendidikan dan pelatihan vokasi 17%
    • Program nilai tambah dan daya saing industri 34%
    • Program dukungan manajemen 49%
  • Pagu anggaran sebesar Rp2.865.220.185.000
    • Pagu Efektif Rp2.627.543.108.000
    • Pagu Diblokir Rp237.677.077.000 (per 31 Mei 2022)
  • Realisasi anggaran per 31 Mei 2022 sebesar 26,26%
    • Target realisasi 31,94%
    • Realisasi nasional 31,68%
    • Peringkat nasional 60 dri 85 K/L
  • Analisis rendahnya penyerapan anggaran
    • Anggaran Kemenperin statusnya masih diblokir sebesar Rp237.677.077.000 yang terdiri dari:
      • Blokir yang disebabkan oleh kekurangan dokumen pendukung (Laporan Hasil Review BPKP sebesar Rp112.958.813.000)
      • Blokir yang disebabkan oleh kebijakan Pemerintah terkait pencadangan anggaran (automatic adjusment) sebesar Rp112.718.264.000, saat ini Kemenperin dalam proses pemenuhan tambahan automatic adjusment sebesar Rp135.516.855.000
    • Beberapa kegiatan yang masih rendah realisasinya antara lain:
      • Kegiatan Restrukturisasi Permesinan berupa Bantuan Keringanan Revitalisasi Mesin untuk industri furniture dan kayu olahan sebesar Rp4,25 Miliar masih dalam proses pencairan blokir
      • Fasilitasi Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki senilai 11 Miliar baru selesai proses buka blokir
      • Beberapa jasa konsultasi pada kegiatan dengan pagu besar belum selesai dilaksanakan, diantaranya:
        • Pendampingan dalan rangka peningkatkan ekspor produk (komoditas) prioritas sektor IKFT sebesar Rp3 Miliar
        • Pendampingan implementasi industri 4.0 sektor industri kimia hilir dan farmasi sebesar Rp4,8 Miliar
        • Fasilitas penguatan rantai pasokan industri dalam negeri menuju substitusi impor produk IKFT sebesar Rp2,5 M
  • Upaya percepatan pelaksanaan anggaran TA 2022
    • Melakukan percepatan persiapan pelaksanaan program/kegiatan, meliputi:
      • Mempercepat kegiatan swakelola;
      • Mendorong efesiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan;
      • Mempercepat pembukaan blokir dengan menggunakan review BPKP dan melengkapi dokumen yang tidak lengkap
    • Melakukan percepatan persiapan penyaluran bantuan pemerintah, meliputi:
      • Menyusun petunjuk teknis;
      • Penetapan surat keputusan penerima bantuan pemerintah
    • Melakukan percepatan penyelesaian tagihan dan pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN
  • Progres pelaksanaan kegiatan TA 2022 Sekretariat Jenderal Kemenperin
    • Anggaran Setjen 2022 sebesar Rp250.769.375.000
      • Anggaran blokir Rp44.428.754.000
      • Anggaran efektif Rp206.340.621.000
    • Alokasi berdasarkan belanja
      • Belanja pegawai Rp66.700.270.000
      • Belanja operasional Rp55.355.771.000
      • Belanja non operasional Rp128.713.334.000
        • Kegiatan prioritas nasional Rp60.500.000.000 (47%)
        • Kegiatan reguler Rp68.213.334.000 (53%)
  • Postur dan realisasi anggaran Setjen TA 202
    • Program nilai tambah dan daya saing industri Rp67.355.821.000
      • Realisasi Rp7.895.721.946 (11,72%)
    • Program dukungan manajemen Rp183.333.499.000
      • Realisasi Rp61.833.499.000 (33,73%)
  • Kinerja keuangan Setjen TA 2022
    • Realisasi 29,22%
      • Apabila kita bandingkan antara target dan realisasi anggaran mulai Januari hingga Mei 2022, rata-rata realisasi masih berada di atas target yang ditetapkan. Oleh karena itu, realisasi anggaran Setjen sampai dengan akhir tahun 2022 dapat diharapkan mencapai 97,63%.

Dirjen IKMA:

  • Kontribusi IKM terhadap industri
    • Kontribusi IKM terhadap PDB Nasional
      • 4.410.557 unit usaha industri
        • 4.400.374 IKM
        • 10.183 industri besar
      • 15.637.929 tenaga kerja industri
        • 10.360.624 IKM
        • 5.277.305 industri besar
      • Nilai output IKM terhadap industri 21,47%
      • Kontribusi industri terhadap PDB nasional 18,8%
      • Kontribusi IKM terhadap PDB Nasional 4,03%
  • Peningkatan populasi IKM melalui kewirausahaan
    • Basic program
      • Bagi calon wirausaha yang memiliki jiwa kewirausahaan
        • Wirausaha Baru (WUB) santripreneur
        • WUB daerah tertinggal, perbatasan, terluar dan pasca bencana
        • WUB sinergitas dengan K/L lainnya termasuk dekonsentrasi
    • Accelerate program
      • Bagi wirausaha yang inovatif dan sudah mulai merintis usaha
        • Indonesia Food Innovation (IFI)
        • Startup4industry.id
        • Bali Creative Industry Center
        • Pendampingan bisnis teknologi alas kaki
  • penguatan IKM melalui peningkatan daya saing IKM
    • Akses pembiayaan
      • Kredit Kemenperin
      • KUR
      • Literasi fintech
      • CSR
    • Akses sumber bahan baku/penolong
      • Material center
      • Kerjasama logistik
    • Fasilitasi teknologi dan sarana prasarana produksi
      • Restrukturisasi mesin/peralatan
      • Fasilitasi permesinan
      • DAK revitalisasi dan pembangunan sentra
      • Unit Pelaksana Teknis (UPT)
    • Peningkatan kualitas produk dan keahlian SDM
      • Standar produk
      • Sertifikasi keahlian
      • Manajemen dan teknis
      • Rumah kemasan
    • Peningkatan akses pasar
      • E-SMART (Literasi digital)
      • Pameran & promosi
      • Link n Match (kemitraan)
      • Awarding OVOP, Upakarti & Kompetisi
  • Mapping Cascading Anggaran Ditjen IKMA TA 2022
    • Anggaran Ditjen IKMA Rp416.413.080.000 atau 15% dari anggaran Kemenperin
      • BPIPI Rp32.810.889.000
      • Pusat Rp343.536.191.000
      • Dekon 34 provinsi Rp40.066.000.000
  • Komposisi anggaran Ditjen IKMA TA 2022
    • Kegiatan prioritas nasional Rp335.744.548.000 (81%)
      • Nilai tambah dan daya saing pusat Rp271.572.068.000
        • Industri Aneka
        • IKM Pangan Furniture Bahan Bangunan
        • IKM Kerajinan Sandang Kimia Aneka
        • IKM Logam Mesin Elektronik Alat Angkut
        • Daya saing PN Setditjen IKMA
      • Nilai tambah dan daya saing BPIPI Rp26.598.000.000
        • IKM Alas Kaki
        • Tanah BPIPI
      • Nilai tambah dan dekon Rp38 Miliar
        • Daya saing IKM 34 provinsi
        • UPL 34 provinsi
    • Kegiatan non prioritas nasional Rp80.668.532.000 (19%)
  • Realisasi anggaran Ditjen IKMA TA 2022 per 31 Mei 2022 sebesar 28,5%
    • Capaian ini memang berada di bawah target, namun ketika Kemenperin konsolidasikan memang banyak kegiatan yang dilakukan tapi belum pertanggungjawaban.
    • Dari 6 unit satker di Ditjen IKMA, unit dekonsentrasi memiliki realisasi terendah.
  • Persentase kegiatan program prioritas nasional Ditjen IKMA TA 2022
    • WUB Daerah Potensial 38%
    • WUB Dekon, Pontren dan Sinergitas K/L 17%
    • Pengembangan produk 11%
    • Sentra IKM dan UPT 7%
    • Restrukturisasi 6%
    • Kegiatan prioritas lainnya 22%
  • Untuk tahapan melakukan suatu kegiatan kami memerlukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masih survei ataupun evaluasi.
  • Setelah itu dilakukan baru kami melakukan kegiatan pendampingan sampai dengan kegiatan untuk mendapatkan fasilitas yang sudah diberikan.
  • Sebagai contoh, misalnya untuk yang implementasi Indonesia 4.0 di Sentra ataupun IKM realisasinya masih sangat kecil, karena kami sedang melakukan survei kemudian kita juga melakukan self assessment untuk IKM-nya. Nanti setelah ada pendampingan dan juga rekomendasi untuk implementasi tersebut, harapannya anggaran ini bisa optimal.
  • Wirausaha baru jadi memang tumbuhan wirausaha baru ini berbasis dana potensial dan juga pondok pesantren maupun kegiatan kementerian lembaga lainnya ini memang menjadi indikator kinerja utama tercatat bahwa memang ada total wirausaha baru yang terlatih sebanyak 15.000 dan juga nanti dalam pelaksanaannya kita kombinasi dengan bersama-sama dengan dinas untuk meningkatkan jumlah wirausaha baru tersebut yang mendapatkan mid jadi targetnya total 5500 jadi target tersebut bapak dan ibu kita bagi keempat wirausaha baru berbasis komoditi dengan mengandalkan potensi yang ada di daerah baik itu berbasis alam
  • Untuk target 15.000 itu kami bagi menjadi per direktoratnya. Jadi, masing-masing mendapatkan 1.500 wirausaha baru yang dilatih ataupun yang ingin ditumbuhkan dengan target masing-masing 1.500 wirausaha baru tersebut memperoleh NIB.
  • Untuk dana dekonsentrasi ada target yang dilatih 4.500 dengan yang mendapatkan Nib 2.000 usaha baru.
  • Untuk kegiatan kami yang langsung berhubungan dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan nilai tambah maupun potensi sumber daya alam yang ada di daerah-daerah potensial sudah hampir seluruhnya atau 90% kegiatannya sudah terlaksana sesuai jadwal. Hanya saja masih ada kegiatan yang dalam tahap koordinasi. Di sini untuk yang berbasis pangan ada 1, kemudian untuk industri baru berbasis kimia, sandang, dan kerajinan juga masih ada 1, yang lainnya sudah terjadwal.
  • Harapan kami kegiatan yang masih dalam tahap koordinasi dapat segera dilaksanakan, karena di Semester 2 ini kami mendapatkan automatic adjustment atau akan dilakukan penghematan.
  • Untuk ruang lingkup kegiatan wirausaha baru ini sebagaimana diketahui kegiatan imi membangun wirausaha baru industri, baik itu berbasis pangan, furniture, bahan bangunan, maupun yang sandang, pangan, kerajinan, logam, mesin, elektronika, dan alat angkut kami memfasilitasi pembangunan wirausaha baru tersebut. Hal ini dilakukan untuk wirausaha baru yang berbasis pesantren maupun sinergitas dengan K/L lainnya.
  • Untuk yang wirausaha baru atau IKM berbasis dana dekonsentrasi, kita juga melakukan fasilitasi bimbingan teknis dan pendampingan kewirausahaan IKM, dan juga fasilitasi untuk pendaftaran izin usaha bagi WUB yang sudah kita tentukan tersebut. Lalu, untuk sinergitas pembinaan industri juga menggunakan dana dekonsentrasi tersebut.
  • Untuk kegiatan pengembangan sentra IKM, disini kami membaginya berdasarkan direktorat yang ada. Tugasnya bagaimana meningkatkan sentra IKM, baik itu kemampuan dari sisi teknologinya maupun juga kami memfasilitasi dari akses-akses lainnya seperti akses kemudahan bahan baku, akses terhadap pembiayaan dalam upaya kita meningkatkan daya saing dari IKM yang ada. Termasuk juga kami memfasilitasi bantuan mesin dan alat untuk kelompok usaha bersama ataupun untuk IKM yang tergabung di dalam sentra tersebut.
  • Terkait dengan kegiatan kami untuk pengembangan produk dan sertifikasi IKM tujuannya agar IKM tersebut dapat berdaya saing dan menjadi rantai pasok. Dengan kita menjalankan kemitraan, pasti ada sesuatu yang harus dipenuhi oleh IKM tersebut.
  • Kami melakukan pendampingan-pendampingan dan juga fasilitasi sertifikat SNI jika memang produk yang dihasilkan oleh IKM tersebut diwajibkan SNI-nya, seperti kami melakukan sertifikasi untuk garam beryodium dan mainan anak. Kegiatan ini diperuntukkan untuk memfasilitasi kegiatan IKM yang terhadap produknya diwajibkan SNI sebelum barang itu beredar.
  • Untuk kegiatan restrukturisasi mesin dan peralatan, kami sudah ada juknis yang jelas.

Dirjen Industri Agro Kemenperin RI

  • Sebagaimana disampaikan oleh Sekjen, anggaran di Ditjen Industri Agro sebesar 4% dari pagu yang ada di Kemenperin, yaitu sebesar Rp110,4 Miliar. Anggaran ini tersebar di 4 direktorat.
  • Terdapat blokir otomatis sekitar Rp8 Miliar, sehingga 14,5% yang secara operasional belum bisa digerakkan. Yang saat ini bisa digerakkan hanya 85% atau Rp94 Miliar.
  • Jika melihat struktur belanjanya, untuk belanja pegawai 18,40% atau Rp20,3 Miliar, belanja operasional 5,62% atau Rp6,2 Miliar, dan belanja non operasional 75,98% atau Rp83,8 Miliar.
  • Realisasi per jenis belanja, belanja pegawai 38,14% sisanya akan direalisasikan berdasarkan bulan. Untuk belanja modal sudah direalisasikan 96,3%. Yang masih banyak tersisa di belanja barang. Kami akan jelaskan alasannya. Sebelumnya, kami akan menyampaikan capaian perjanjian kerja di tahun 2022.
  • Terkait peran industri agro dalam perekonomian di industri non migas ini bisa dipertahankan di atas 50% kontribusinya, walaupun anggarannya cuman 4%. Capaiannya sudah cukup bagus sekitar 68%-91%.
  • Untuk peningkatan daya saing antara 26% -108%. Untuk penguatan implementasi Making Indonesia 4.0 sekitar 93%.
  • Untuk peningkatan kemampuan industri barang dan jasa dalam negeri 97%-137%. Untuk peningkatan penguasaan pasar 39%-146%.
  • Untuk tujuan dan sasaran yang lain sudah cukup besar.
  • Proses pengadaan barang dan jasa ada Rp29,3 Miliar. Dari 20 pengadaan yang ada, proses yang sudah selesai 2, sisanya masih dalam proses pelaksanaan dan pengadaan penyedia jasa, karena ada beberapa yang dokumennya perlu di-review.
  • Ada satu program, yaitu lembaga pengelola program pembiayaan revitalisasi mesin untuk IKM, ini diblokir yang nilainya Rp400 juta. Ini sedikit menunda realisasi yang sudah kita rencanakan.
  • Untuk peningkatan dan pemanfaatan teknologi dan inovasi realisasinya baru 6%.
  • Untuk standar industri realisasinya 9,2%-20%.
  • Untuk P3DN di sektor industri agro sekitar 6%-31%.
  • Untuk peningkatan kerjasama dan investasi bidang industri agro antara 8%-16%.
  • Untuk peningkatan fasilitasi fiskal dalam industri agro sudah cukup tinggi antara 27%-32%.
  • Untuk implementasi industri 4.0 di industri agro sudah mencapai 12%.
  • Untuk manajemen kesekretariatan sudah cukup tinggi antara 23%-100%.

Dirjen IKFT Kementerian Perindstrian:

  • Capaian kinerja IKFT di tahun 2022 dapat dilihat per 31 Mei 2022 berdasarkan indikator kinerja utama dari IKFT:
    • Pertumbuhan PDB IKFT 4,71% atau 81,63% dari target tahun 2022 sebesar 5,77%.
    • Kontribusi IKFT terhadap PDB 4,30% atau 98,62% dari target tahun 2022 sebesar 4,36%.
    • Perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) di sektor IKFT ada 21 perusahaan sudah mencapai 140% dari target tahun 2022 sebesar 15 perusahaan.
    • Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa Ditjen IKFT 11,79% atau 14,74% dari target tahun 2022 sebesar 80%.
    • Substitusi impor produk IKFT 3,43% atau 9,80% dari target tahun 2022 sebesar 35%.
    • Nilai investasi sektor IKFT Rp6,44 Triliun atau 6,9% dari target tahun 2022 sebesar Rp93,29 Triliun.
    • Kontribusi ekspor produk IKFT berteknologi tinggi 4,63% atau 89,04% dari target tahun 2022 sebesar 5,20%.
    • Pertumbuhan ekspor produk IKFT 0,10% atau 1,14% dari target tahun 2022 sebesar 8,74%.
    • Rasio impor bahan baku IKFT terhadap PDB sektor industri non migas 17,36% atau 95,70% dari target tahun 2022 sebesar 18,14%.
    • Peningkatan utilisasi sektor IKFT 74,72% atau 116,44% dari target tahun 2022 sebesar 64,17%.
    • TKDN sektor IKFT 48,82% atau 131,10% dari target tahun 2022 sebesar 37,62%.
    • Kontribusi ekspor produk IKFT terhadap total ekspor 17,25% atau 94,23% dari target tahun 2022 sebesar 18,20%.
    • Nilai ekspor produk IKFT US$9,21 Miliar atau 26,28% dari target tahun 2022 sebesar US$35,05 Miliar.
  • Postur anggaran Ditjen IKFT Tahun 2022 totalnya sebesar Rp114,24 Miliar, dengan rincian:
    • Belanja barang Rp92,2 Miliar atau 81%.
    • Belanja pegawai Rp21 Miliar atau 18%.
  • Realisasi berdasarkan unit kerja:
    • Sekretariat 11,63%
    • Ditjen ISKPGNL 1,17%
    • Ditjen IKHU 4,14%
    • Ditjen IKHF 4,09%
    • Ditjen ITKAK 3,32%
  • Realisasi per jenis belanja:
    • Belanja pegawai 32,88%
    • Belanja barang 18,72%
    • Belanja modal 17,55%
  • Progres kegiatan Sekretariat Dirjen IKFT tahun 2022:
    • Roadmap tingkat komponen dalam negeri sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil.
    • Pendampingan dan fasilitasi peningkatan ekspor Dirjen IKFT.
    • Penguatan rantai pasokan industri dalam negeri menuju substitusi impor produk IKFT.
    • Layanan BMN.
    • Layanan hukum.
    • Layanan organisasi dan tata kelola internal.
    • Pelayanan umum dan perlengkapan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil.
    • Layanan data dan informasi.
    • Layanan perkantoran.
    • Layanan sarana internal.
    • Layanan manajemen SDM.
    • Penyusunan perencanaan dan penganggaran Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil.
    • Layanan monitoring dan evaluasi internal Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil.
    • Layanan manajemen keuangan.
    • Layanan reformasi kinerja.
    • Layanan penyelenggaraan kearsipan.
  • Progres pengadaan barang dan jasa Dirjen IKFT tahun 2022:
    • Bimbingan teknis lighthouse dan pendampingan transformasi industri 4.0 sektor tekstil dan busana; nilai pagu 1.500.000.000; status tender selesai.
    • Analisis kemampuan produksi dan kebutuhan dalam negeri untuk penyusunan neraca komoditas garam industri; nilai pagu 1.500.000.000; status tender selesai.
    • Penyusunan roadmap peningkatan TKDN dan program P3DN industri tekstil dan produk tekstil serta industri alas kaki; nilai pagu 1.036.000.000; status tender selesai.
    • Analisis kemampuan produksi dan kebutuhan dalam negeri untuk penyusunan neraca komoditas pupuk; nilai pagu 700.000.000; status tender selesai.
    • Analisis kemampuan produksi dan kebutuhan dalam negeri untuk penyusunan neraca komoditas bahan baku plastik; nilai pagu 700.000.000; status tender masih proses.
    • Pendampingan perusahaan dalam rangka peningkatan ekspor negara tujuan (Bussines Export Program); nilai pagu 3.000.000.000; status tender selesai.
    • Roadmap tingkat komponen dalam negeri sektor industri kimia farmasi dan tekstil; nilai pagu 500.000.000; status tender masih proses.
    • Penyusunan rencana aksi kebijakan substitusi impor sektor industri kimia farmasi dan tekstil; nilai pagu 2.500.000.000; status tender masih proses.
    • Pengembangan Mobile Sistem Indonesia Smart Textile Industry Hub dan Verifikasi Produk industri garmen dan tekstil lainnya; nilai pagu 1.500.000.000; status tender masih proses.
    • Analisis kemampuan produksi dan rencana kebutuhan dalam negeri serta verifikasi kemampuan industri untuk penyusunan neraca komoditas tekstil dan produk terkait; nilai pagu 2.000.000.000; status tender masih proses.
    • Fasibility study industri pengolahan Nano Silika sebagai bahan baku sel surya; nilai pagu 1.000.000.000; status tender masih proses.
    • Pemetaan supply demand END-OF-LIFE TIRES (ELT); nilai pagu 1.000.000.000; status tender masih proses.

Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE):

  • Di sektor ILMATE tumbuh 9,86% di triwulan pertama.
  • Kinerja makro sektor ILMATE 2022; triwulan pertama:
    • Industri pengolahan: 19,19%
    • Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor: 13,09%
    • Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 12,55%
    • Pertambangan dan penggalian: 10,48%
    • Konstruksi: 10,42%
    • Transportasi dan pergudangan: 4,62%
    • Informasi dan komunikasi: 4,34%
    • Jasa keuangan dan asuransi: 4,34%
    • Adm. Pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 3,08%
    • Jasa pendidikan: 2,85%
    • Real estate: 2,67%
    • Penyediaan akomodiasi dan makan minum: 2,44%
    • Jasa lainnya: 1,88%
    • Jasa perusahaan: 1,80%
    • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 1,16%
    • Pengadaan listrik dan gas: 1,11%
    • Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang: 0,07%
  • Nilai investasi sektor industri triwulan 1 tahun 2022:
    • 2017: 274,8%
    • 2018: 222,3%
    • 2019: 215,9%
    • 2020: 272,9%
    • 2021: 325,4%
    • Triwulan I 2021: 88,3%
    • Triwulan I 2022: 103,5%
  • 5 besar sekotr industri triwulan I 2022:
    • Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya: 39,67%
    • Industri makanan: 19,56%
    • Industri kimia dan farmasi: 16,91%
    • Industri kendaraan bermotor dan peralatan transportasi lainnya: 8,16%
    • Industri kertas dan printing: 3,83%
  • Pagu belanja Ditjen ILMATE tahun 2021 sebesar Rp186.063.940.000,-
  • Realiasi tahun 2022 sebesar Rp23.991.743.000,- atau 12,89%
  • Realisasi penyerapan anngaran berdasarkan jenis belanja:
    • Belanja pegawai; realisasi anggaran sebesar Rp8,98M, sisa anggaran Rp15,5M
    • Belanja barang; realisasi anggaran sebesar Rp15M, sisa anggaran Rp115M
    • Belanja modal; realisasi anggaran sebesar Rp0M, sisa anggaran sebesar Rp30M
  • Prognosa realisasi anggaran tahun 2022 Ditjen ILMATE sebesar Rp180.594.861.000,-.
  • Kendala utama:
    • Blokir anggaran; alokasi anggaran yang termasuk catatan halaman IV Dipa (Blokir) pada DIPA Ditjen ILMATE TA 2022 sebesar Rp66.248.753.000 (31,63%). Tindak lanjut:
      • Penelitian BPKP dalam rangka pembukaan blokir
      • Pengajuan usulan buka blokir pada Kementerian Keuangan (estimasi minggu ketiga bulan Juni)
    • Blokir anggaran; terdapat kegiatan lelang yang diulang (karena tidak memenuhi persyaratan).
  • Program prioritas Ditjen ILMATE dan progresnya:
    • Indonesia manufacturing center (IMC); pagu anggaran Rp50M; dengan tujuan tersedianya one stop solution manufacture center untuk membantu industri dalam meningkatkan daya saingnya (aspek quality, cost dan delivery).
    • Program nasional IMEI COntrol; pagu anggaran Rp10M; dengan tujuan terlindunginya industri ponsel dari persaingan tidak sehat sebagai dampak peredaran ilegal, selain itu, mengurangi tingkat kejahatan pencurian dan melindungi bagi penggunanya.
    • Pengembangan Kendaraan Bermotor Listri Berbasis Baterai (KBLBB) beserta ekosistemnya; pagu anggaran Rp3,5M; dengan tujuan akselerasi pengembangan KBLBB beserta ekosistemnya.
    • Hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) Logam; pagu anggaran Rp2M; dengan tujuan tumbuhnya dan berkembangnya industri logam berbasis pengolahan sumber daya mineral logam bukan besi.
    • Pilot project pengembangan model bisnis aplikasi AMMdes; pagu anggaran Rp1M; dengan tujuan terwujudnya pilot project pengembangan bisnis model aplikasi AMMdes
    • Penguatan industri ventilator dalam negeri; pagu anggaran Rp2,5M; dengan tujuan terwujudnya kemandirian industri dalam negeri untuk memproduksi ventilator lokal.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan