Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2017 — Komisi 8 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI

Tanggal Rapat: 20 Jun 2016, Ditulis Tanggal: 26 Apr 2021,
Komisi/AKD: Komisi 8 , Mitra Kerja: Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI

Pada 20 Juni 2016, Komisi 8 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI mengenai Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2017. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dapil Jawa Barat 1 pada pukul 13.38 WIB. (ilustrasi: dosenpendidikan.co.id)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen

  • Terdapat 2 (dua) sasaran program, yaitu meningkatkan kualitas pemahaman dan kenyamanan, serta pelayanan agama. 
  • Pagu indikatif Bimas Kristen sebesar Rp1.688.918.479.000. 
  • Rupiah murni sebesar Rp1,65 Miliar dan PNBP sebesar Rp13,5 Miliar. Dari situ, anggaran dibagi menjadi 5 program dengan pembagian 12,65% di pusat dan 87,35% untuk di daerah. 
  • Untuk fungsi pendidikan sebesar Rp1,43 Triliun, fungsi agama sebesar Rp233,8 Miliar, dan untuk pengelolaan pendidikan sebesar Rp142,5 Miliar.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik

  • Terdapat penurunan anggaran sekitar 1,90% jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2016. 
  • Untuk fungsi agama alokasinya sebesar Rp224,8 Miliar, untuk fungsi pendidikan sebesar Rp623,2 Miliar.
  • Belanja pegawai sebesar 74,91%, belanja barang (operasional) sebesar Rp31 miliar atau 3,73%, belanja non operasional sebesar Rp188 Miliar atau 31%. 
  • Output prioritas dari fungsi pendidikan yaitu untuk siswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS), sedangkan untuk fungsi agama untuk pembinaan urusan agama Katolik.
  • Distribusi pagu untuk pusat sebesar 13% dan untuk daerah 78%. 
  • Terdapat usulan tambahan pagu anggaran sebesar Rp677 Miliar tambahan untuk fungsi agama Rp320 Miliar, untuk penyuluh non PNS, serta dialog kerukunan umat beragama.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu

  • Alokasi anggaran untuk fungsi agama sebesar Rp147 Miliar dengan rincian untuk kegiatan pembinaan urusan agama Hindu sebesar Rp61 miliar dan kegiatan manajemen serta pelaksanaan tugas lainnya sebesar Rp86 Miliar. Untuk kegiatan administrasi perkantoran sebesar Rp453 Miliar. 
  • Bimas Hindu mengusulkan adanya tambahan anggaran untuk kegiatan utsawa (seperti kegiatan MTQ di Islam).

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha 

  • Pagu anggaran untuk Bimas Buddha turun 31,6% jika dibandingkan dengan tahun 2016, dikarenakan punishment atas rendahnya serapan anggaran akibat bantuan sosial yang tidak terserap. 
  • Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar Rp113 Miliar atau 54%, untuk fungsi agama Rp94 miliar atau 45%, dan dukungan manajemen sebesar Rp49 Miliar atau 23,93%. 
  • Persentase alokasi belanja pegawai 49,36%, belanja barang operasional 7,35%, dan belanja barang non operasional 43,29%. 
  • Untuk anggaran pusat sebesar Rp19,60%, dan untuk daerah sebesar 70,60%.
  • Rumah ibadah berkualitas ada di 150 lokasi, dengan kegiatan kerukunan sebanyak 6 kegiatan. 
  • Beberapa guru PNS yang mendapatkan tunjangan profesi sebanyak 290 orang. Terdapat juga mahasiswa yang mendapat  beasiswa Bidikmisi sebanyak 315 orang. Jumlah dosen yang tersertifikasi sebanyak 20 orang.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan