Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kebocoran Data 1 Juta Pengguna Facebook di Indonesia — Komisi 1 DPR RI Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific

Tanggal Rapat: 17 Apr 2018, Ditulis Tanggal: 30 Sep 2020,
Komisi/AKD: Komisi 1 , Mitra Kerja: Ruben Hatari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia

Pada 17 April 2018, Komisi 1 DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific tentang kebocoran data 1 juta pengguna di Indonesia. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Abdul Kharis Almasyhari dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil Jawa Tengah 5 pada pukul 10:48 WIB. (ilustrasi: tekno.kompas.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Ruben Hatari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia
  • Facebook merupakan perusahaan yang optimis dan idealis dan akan mengoptimalkan peluang yang ada. Adapula Facebook bisnis yang membekali dan mengembangkan bisnis penggunanya. Layanan Facebook di Indonesia disediakan oleh Irlandia.
  • Pada 2013, aplikasi dikembangkan oleh peneliti bernama Dr. Kogan yang merupakan seorang akademisi di Cambridge Analytica.
  • Facebook Indonesia menghentikan aplikasi tersebut untuk menggunakan Facebook login sebab aplikasi tidak mendapatkan informasi finansial dan hanya akses data ke orang yang telah mengunduh aplikasinya. Dr. Kogan tidak pernah bekerja menjadi pegawai di Facebook sebelumnya.
  • Maret 2018, media mempertanyakan soal penghapusan data dan lalu Facebook Indonesia secepatnya melakukan penyelidikan. Sejauh ini, Facebook belum menemukan bukti melanggar sertifikasi penghapusan, tapi akan terus ditindaklanjuti.
  • Facebook Indonesia menyatakan tidak pernah menghapus data-data itu. Initial Coin Offering (ICO) meminta menghentikan langkah audit sambil menunggu proses selesai.
  • Dalam kesempatan ini, Facebook Indonesia menyampaikan hal terkait bagi orang-orang yang terkena dampak, lokasi dan negara, tidak mencerminkan domisili akun asli.
  • Fitur lokasi digunakan untuk identifikasi pengguna yang terkena dampak, angka tidak termasuk orang yang telah mengunduh aplikasi namun telah menghapus akun Facebooknya.
  • Facebook Indonesia tidak menyimpan data pengguna perorangan saat mengunduh data tersebut. Total jumlah yang datanya diakses menggunakan aplikasi ini kemungkinan lebih besar. Dr. Kogan mengakui bahwa dia hanya menggunakan data untuk Cambridge Analytica. Cambridge Analytica bersifat independen, tidak pernah kebocoran data dari sistem facebook. Kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan memohon maaf atas kejadian tersebut.
  • Facebook Indonesia sudah mengubah platform agar hal yang terjadi di Cambridge Analytica tidak terjadi lagi.
  • Facebook Indonesia akan mencari hal yang sebenarnya dilakukan oleh Cambridge Analityca. Facebook Indonesia melakukan investigasi terhadap aplikasi yang menggunakan Facebook sebagai login.
  • Facebook Indonesia menjalankan tanggung jawab dengan serius, sebagaimana aplikasi ini bermisi sosial, membuat dunia lebih dekat, pertemanan, dan media sosial yang efektif dalam komunikasi. Facebook Indonesia mengakui atas kelalaian sebelumnya dan berterima kasih telah diundang dan memberikan penjelasan.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan