Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Pertumbuhan Penyertaan Modal Negara (PMN) — Komisi 6 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Direktur Utama PT. PANN Multi Finance dan Direktur PT. Hutama Karya

Tanggal Rapat: 11 Jul 2018, Ditulis Tanggal: 26 Jul 2020,
Komisi/AKD: Komisi 6 , Mitra Kerja: Dirut PT. Hutama Karya (Persero)

Pada 11 Juli 2018, Komisi 6 DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Direktur Utama PT. PANN Multi Finance dan Direktur PT. Hutama Karya mengenai Pertumbuhan Penyertaan Modal Negara (PMN). Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Muhammad Hekal dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya dapil Jawa Tengah 9 pada pukul 14:32 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi : law-justice.co)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan apa yang sedang diusahakan dan sedang ditebus ke Menteri Keuangan mengenai pertanyaan anggaran negara untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
  • Usulan penambahan kepada PT. Hutama Karya sebesar 12,5 Triliun untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan trans Sumatera dan meningkatkan kemampuan leveraging.
  • Struktur modal PT PANN adalah modal dasar sebesar Rp. 180.000.000.000 dan modal disetor adalah Rp. 45.997.000.000 dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum mendapat penjelasan mengenai Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk badan-badan yang berada di bawah Penyertaan Modal Negara (PMN) termasuk PT. PLN dan PT. Hutama Karya.

Direktur Utama PT. PLN (Persero)
  • Seperti perbatasan-perbatasan sebagainya yang selama ini sangat ketinggalan pembangunannya, hal yang palingg utama, yaitu adanya pembiayaan yang sangat tinggi. Contohnya untuk daerah perkotaan di Jawa atau Sumatera, untuk pemasangan 1 rukun tangga hanya butuh 1,5 Juta.
  • Investasi seluruhnya untuk 50 orang harus disiapkan, diesel juga disiapkan. Harus ada 2 untuk cadangan, sehingga komponen investasi dan operasionannya mahal. Per-KWH mengelurkan biaya dari Rp.4000-Rp.6000 dan ini untuk perdesaan terpencil.
  • Selama ini pembangunan di daerah terpencil tidak dibangun, sebab setiap pelanggan baru menciptakan kerugian bagi PT. PLN dan ini terjadi untuk ribuan desa.
  • Mungkin untuk membiayai 1 karyawan tidak cukup dari biaya KWH-nya. Ini masalah konkrit yang menjadi bahan PT. PLN. Belum lagi dari kenaikan kurs dan Bahan Bakar Minyak (BBM) Setiap Rp. 100 kerugiannya 1,3 Triliun.
  • Sekarang masih rugi kurang lebih 6 Triliun. Laba tahun 2017 terjun bebas.
  • PT. PLN akan tetap dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berharap ada tambahan.
  • Usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah 15 Triliun dengan total fungsi untuk masing-masing regional adalah 25,957 Miliar.

Direktur Utama PT PANN Multi Finance
  • PT. PANN bergerak di bidang kapal laut yang telah berhasil menghasilkan kapal untuk perekonomian nasional. Setelah tahu 1974, ada 2 penugasan proyek mengenai ahli teknologi dan pesawat terbang.
  • PT. PANN menjadi terburuk negatifnya mencapai 3,8 Triliun. PT. PANN mengusulkan menjadikan dan menkonversi utang ini menjadi modal.
  • Nilai utang PT. PANN kepada pemerintah sebesar 461.096 USD. Manfaat Penyertaan Modal Negara (PMN) dari konversi pinjaman Service Level Agreement (SLA) disetujui adalah ekuitas menjadi positif, memperoleh kepercayaan dari kreditor, meningkatkan governance dan adanya kepastian terhadap status aset.
  • PT. PANN masih berospek untuk membiayai kapal-kapal yang dibutuhkan oleh negara dan PT. PANN bisa mencari modal kerja yang baru.

Dirut PT. Hutama Karya (Persero)
  • Untuk PT. Hutama Karya tahun 2019 mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar 12,5 Triliun. Yang peruntukan diantaranya untuk pembangunan Pekanbaru-Dumai sebesar 3 Triliun.
  • Untuk Medan dan Aceh membutuhkan 886 Miliar untuk memulai membangun 10 Kilometer dimulai dari Aceh sampai Sigli.
  • Dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan ke PT. Hutama Karya sesuai usulan 12,5 Triliun, maka secara total akan bisa membangun 338 Kilometer ke seluruhan jalan.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan