Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Pembahasan dan Penetapan Asumsi Dasar Makro sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RAPBN ta. 2021 — Komisi 7 DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI

Tanggal Rapat: 2 Sep 2020, Ditulis Tanggal: 7 Sep 2020,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI

Pada 2 September 2020, Komisi 7 DPR RI mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI tentang pembahasan dan penetapan asumsi dasar makro sektor ESDM RAPBN ta. 2021. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Sugeng Suparwoto dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Jawa Tengah 8 pukul 10:10 WIB. (ilustrasi: ekbis.sindonews.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI
  • Proyeksi ICP 2021
    • Economic activity and outlook: perekonomian global di tahun 2021 diproyeksikan membaik meskipun diselimuti ketidakpastian. Diharapkan ketersediaan vaksin pada awal 2021 akan menambah keyakinan dalam mempercepat pemulihan ekonomi;
    • OPEC - Production Cut: keputusan yang cukup tinggi dari OPEC terhadap pemotongan produksi mengimbangi kekhawatiran dan melemahnya permintaan akibat pandemi Covid-19;
    • Non - OPEC Production: pengurangan produksi minyak mentah dunia pada 2021 diperkirakan lebih lunak menjadi 1,7 juta bph atas kontribusi penurunan pertumbuhan produksi Norwegia, Brazil dan Guyana serta pengendalian tambahan produksi Libya dan tekanan keekonomian minyak shale USA;
    • World of demand growth: IEA merevisi proyeksi permintaan 2021 sebesar 240.000 bph menjadi 97,1 juta bph karena sektor penerbangan diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih hingga Desember 2021, konsumsi minyak global diramalkan akan tetap lebih rendah 2% dari capaian akhir 2019.
  • Lifting migas 2020
    • Lifting minyak bumi: 705 ribu BOPD
    • Lifting gas bumi: 1.007 ribu BOEPD
  • Volume BBM bersubsidi dan LPG 3 kg
    • Minyak tanah: 0,50 juta kl
    • Minyak solar: 15,80 juta kl
    • LPG 3 kg: 7,00 juta MTon
  • Kegiatan prioritas bidang migas, yakni:
    • Pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Rp1.229,5 Miliar)
    • Pembagian konverter kit BBM ke bahan bakar gas untuk nelayan dan petani (Rp453,7 Miliar)
    • Studi pendahuluan jargas dengan skema KPBU (Rp8,0 Miliar).
    • WK migas yang disiapkan, ditetapkan dan ditawarkan (Rp4,5 Miliar).
    • Layanan dukungan percepatan pembangunan ruas pipa transmisi dan distribusi gas bumi (Rp1,8 Miliar)
    • Lelang ruas transmisi dan atau wilayah jaringan distribusi dalam rangka pemberian hak khusus (Rp2,6 Miliar)
    • Layanan pengawasan pelaksanaan dan supervisi pembangunan BBM satu harga (Rp9,9 Miliar).
  • Kegiatan prioritas bidang ketenagalistrikan, yakni:
    • Rekomendasi penerapan keselamatan ketenagakerjaan pada infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Rp4,8 Miliar)
    • Mitigasi gas rumah kaca sektor ketenagalistrikan (Rp0,6 Miliar)
    • Pengembangan smart grid (Rp3,4 Miliar)
    • Penguatan pemenuhan akses dan konsumsi listrik pada masyarakat (Rp1,3 Miliar)
    • Pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi (Rp7,5 Miliar)
    • Rekomendasi percepatan peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jam/hari, efisiensi pembangkit tenaga listrik dan susut jaringan tenaga listrik (Rp1,6 Miliar).
  • Kegiatan prioritas bidang minerba, yakni:
    • Monitoring pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral dalam negeri (Rp4,2 Miliar)
    • Penyusunan kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara dan rencana produksi dan pemanfaatan batubara untuk kebutuhan domestik (Rp4,3 Miliar)
    • Optimalisasi PNBP SDA Minerba (Rp2,4 Miliar)
    • Pengawasan dan penilaian reklamasi dan pascatambang berbasis teknologi penginderaan jauh (Rp2,0 Miliar).
  • Kegiatan prioritas bidang EBTKE, yakni:
    • Pembangunan PLTS Atap dan cold storage: Rp262,1 Miliar)
    • Penerangan jalan umum tenaga surya (Rp321,5 Miliar)
    • Revitalisasi PLT EBT (Rp61,7 Miliar)
    • Pembangunan PLTS Penunjang tugas teknis K/L (Rp37,6 Miliar)
    • Tabung listrik (Rp479,5 Miliar)
  • Kegiatan prioritas bidang geologi, yakni:
    • Peralatan sistem mitigasi bencana geologi (Rp23,3 Miliar)
    • Pengembangan pusat informasi geologi/penetapan warisan geologi (Rp7,5 Miliar)
    • Pengembangan pos pengamatan Gunungapi (Rp11,8 Miliar)
    • Pengembangan jaringan pemantauan air tanah (Rp31,8 Miliar)
    • Survei keprospekan sumber daya dan cadangan panas bumi (Rp426,2 Miliar)
    • Rekomendasi geologi penurunan muka tanah di kawasan pesisir pantai utara (Rp5,2 Miliar)
    • Data dan informasi migas/survei migas (Rp104,8 Miliar).
  • Kegiatan prioritas bidang litbang, yakni:
    • Ekstraksi neodimium-skandium dari red mud untuk magnet permanen dan material ringan (Rp3,2 Miliar)
    • Peningkatan nilai tambah batubara (Rp4,9 Miliar)
    • Peta potensi EBT (Rp7,5 Miliar)
    • Litbang hulu migas (Rp14,7 Miliar)
    • Uji coba demoplant green diesel dan bioavtur (Rp1,8 Miliar)
    • Litbang pengkayaan data dasar ESDM dan konsepsi geologi kelautan, eksplorasi dan site survey infrastruktur migas kelautan dan potensi sumber daya mineral kelautan (Rp17,2 Miliar)
    • Litbang teknologi ketenagalistrikan, EBT dan konservasi energi (Rp7,1 Miliar)
    • Litbang teknologi pengolahan mineral dan batubara serta eksploitasi tambang dan pengelolaan sumber daya (Rp8,9 Miliar)
    • Litbang hilir migas (Rp4,9 Miliar).
  • Kegiatan prioritas bidang pengembangan SDM, yakni:
    • Peningkatan kompetensi ASN (Rp29,8 Miliar)
    • Diklat industri sektor ESDM (Rp21,8 Miliar)
    • Pendidikan tinggi sektor ESDM (Rp47,6 Miliar)
    • Sertifikasi kompetensi tenaga teknis sektor ESDM (Rp17,5 Miliar)
    • Diklat masyarakat bidang ESDM (Rp7,02 Miliar).
  • Kegiatan prioritas Dewan Energi Nasional
    • Pendampingan penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED): Rp0,95 Miliar
    • Identifikasi ketahanan energi nasional: Rp0,50 Miliar
    • Penyusunan energy outlook Indonesia: Rp0,39 Miliar
    • Pengawasan implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN), Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED): Rp1,77 Miliar
    • Pengawasan dan pendampingan perhitungan RUED: Rp0,69 Miliar
    • Perhitungan dan penyusunan buku Bauran Energi Nasional: Rp0,46 Miliar
    • Merumuskan strategi dan kebijakan penyediaan dan pengelolaan CPE: Rp0,57 Miliar
    • Identifikasi keamanan pasokan listrik, BBM dan LPG: Rp0,56 Miliar.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan